Beras Plastik

Beras Plastik Diduga Sudah Memasuki Pasar Singapura dan Malaysia

Maya Safira - detikFood Rabu, 20 Mei 2015 09:57 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Banyak kasus skandal makanan terjadi di Tiongkok. Beras plastik konon sudah diekspor ke beberapa negara Asia. Disebut-sebut beras sudah masuk ke negara dengan jumlah populasi besar seperti India, Indonesia, Vietnam dan Singapura.
 
Tak hanya di Indonesia , media sosial seperti Facebook dan WhatsApp menyebarkan berita bahwa beras plastik sudah memasuki Singapura. Ahli kesehatan dan ahli gizi telah memperingatkan bahwa konsumsi biji-bijian palsu berlapis resin beracun itu bisa berdampak serius bagi sistem pencernaan.
 
Isu beras plastik pun sudah mencapai Malaysia. Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Konsumerisme Malaysia, Hasan Malek, mengatakan ia sudah mendengar kasus beras palsu. Ia memperingatkan kementriannya jangan menganggap enteng hal tersebut.
 
“Beritanya bisa benar atau salah, kami tidak tahu. Kami juga tidak tahu apakah beras palsu sudah memasuki negara ini tapi kita tidak bisa menganggap enteng hal itu dan akan melakukan penyelidikan secara nasional,” ucap Hasan Malek, seperti dilansir dari The Star Online (17/05/2015).
 
Hasan menambahkan bahwa tim penyelidik akan fokus pada toko-toko kelontong kecil untuk melihat apakah mereka menjual beras plastik. Terutama di daerah pinggiran dan pedesaan. Kementerian akan mengambil tindakan bagi pedagang yang ‘nakal’.
 
“Kami akan melakukan penyelidikan, tapi saya ingin mendorong konsumen untuk datang dan melaporkan ke kementrian jika mereka menemukan beras itu. Semua laporan akan dijaga kerahasiaannya,” tambah Hasan.
 
Sumber dari pelaku industri beras di Malaysia menuturkan bila beras palsu memang sudah masuk ke negaranya, tentu tak akan dijual secara terbuka di supermarket atau hypermarket. Penyelundup diketahui menggunakan berbagai metode untuk membawa produk karena mereka tahu akan sulit terdeteksi jika beras plastik dicampur dengan beras normal, tambahnya.
 
Menurut laporan, beras plastik awalnya dijual di pasar Tiongkok. Terutama di Taiyuan, provinsi Shaanxi. Beras ini dibuat dari kentang dan ubi, dengan tambahan resin sintetik yang dibentuk seperti beras asli.
 



(Maya Safira/Odilia Winneke)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com