Masterchef Hal Yamashita Mempertemukan Jamur Truffle dengan Shoyu dan Yuzu

Masterchef Hal Yamashita Mempertemukan Jamur Truffle dengan Shoyu dan Yuzu

- detikFood
Sabtu, 16 Mei 2015 10:11 WIB
Masterchef Hal Yamashita Mempertemukan Jamur Truffle dengan Shoyu dan Yuzu
Foto: detikfood
Jakarta - Pria yang murah senyum ini dikenal sebagai Masterchef dan Celibrity Chef. Ini karena ia memiliki 6 restoran dan punya keunikan dalam menciptakan kolaborasi hidangan Jepang dengan bahan-bahan global.

Perawakan pria berusia 56 tahun ini lebih tinggi dan besar dibandingkan umumnya para chef dari negeri sakura. Meski sederetan prestasi telah diraihnya, namun chef Yamashita tetap ramah dan selalu rajin menyapa para tamunya.

β€˜Bagi saya memasak itu seperti membuat lukisan. Harus bisa membuat orang orang bahagia dan senang. Pelukis membuat lukisan. Saya membuat masakan yang membuat orang kenyang dan senang,’demikian tuturnya saat ditemui detikfood di KO Japanese Restaurant, Intercontinental Bali Resort kemarin (15/05 ).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usahanya membuat orang menyukai hidangannya memang terbukti. Tahun ini kedua kalinya ia hadir di KO Japense Restaurant untuk memanjakan pelanggannya. Dalam private cooking class, sang chef juga tak pelit berbagi rahasia resepnya.

Seperti teknik mengiris ikan segar hingga meracik saus salad yang unik. Masterchef Yamashita memakai yuzu, jeruk khas Jepang yang punya rasa asam dan aroma unik sebagai β€˜benang merah’ setiap racikannya.

Teknik β€˜fusion’ memadukan dua unsur kuliner berbeda sudah lama dilakukan banyak chef. Namun, Yamashita punya gaya berbeda. Ia memberi sentuhan baru atau β€˜nouvelle japanese’ pada tiap hidangan kreasinya. Hal ini dilakukan sejak pertama ia membuka restorannya, Nadaban, di Kobe yang mengusung tagline ’creative cuisine’.

β€˜Kalau hidangan Jepang memakai aksen Tiongkok atau Korea, itu sudah biasa. Saya mencoba memadukan produk premium dari Eropa dan Amerika dalam hidangan Jepang. Seperti pemakaian minyak jamur truffle dan keju Parmesan,’ jelasnya pada Detikfood di sela-sela cooking class yang berlangsung di KO Japanese Restaurant.

Fillet ikan gindara dilumuri bumbu misho putih dan shoyu kemudian dipanggang hingga kering. Sajian panggang khas Jepang ini kemudian diberinya sentuhan keju Parmesan Parmagiano Regiano yang sudah berumur 2,5 tahun dari Italia.

Bagaimana rasanya? Lembutnya daging ikan dengan sapuan manis gurih shoyu mendapat aksen gurih renyah keju parmesan. Menimbulkan sensasi permaian rasa dan tekstur yang cantik di lidah. Banyak chef Jepang tak berani melakukan β€˜perkawinan’ bahan dan rasa ini.

Hal yang sama ini perlihatkan pada saat membuat mashed potatoes. Hidangan umum inipun dibuatnya dengan cara Jepang. Kentang tak dilumatkan tetapi ditekan-tekan hingga tersisa tektur kasarnya.

Setelah dicampur krim segar, barulah diberi sentuhan akhir. Beberapa tetes minyak jamur truffle khas Prancis, diaduk bersama lumatan kasar kentang. Hasilnya, aroma khas truffle yang tajam membuat mashed potatoes terasa unik. Apalagi dipadukan dengan daging wagyu panggang yang juicy.

Setelah membuka restorannya yang keenam, Syun di Sentosa Island, sang masterchef ingin membuak restoran di bangkok, Taipeh dan Jakarta. Kini sebagai CEO dan Execitve Chef Watermark Inc., perusahaannya ia masih mengontrol semua menu di 6 restorannya.

β€˜Impian saya hidangan Jepang populer di dunia dan saya ingin bisa memperkenalkan hidangan Jepang ke seluruh dunia,’ ia mengungkapkan obesesinya.

Jika ingin mencicipi hidangan kreasi masterchef Hal Yamashita, Anda masih punya kesempatan dengan membuat reservasi di KO Japanese Restaurant, Intercontinental Bali Resort, atau mengontak: 0361-701888.





Sashimi Salad with Yuzu and Ginger Sauce

Foto: detikfood

Simmered Beef 'Kakuni' with Mashed Potatoes

Foto: detikfood

Grilled Gindara with Saikyo Miso and Parmesan Cheese

Foto: detikfood
Halaman 2 dari 4
(odi/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads