Inilah 4 Bahan Sintetis yang Sering Dicampur dalam Selai Agar Tampilan Lebih Menarik

Selai Manis dan Gurih

Inilah 4 Bahan Sintetis yang Sering Dicampur dalam Selai Agar Tampilan Lebih Menarik

Lusiana Mustinda - detikFood
Senin, 11 Mei 2015 17:21 WIB
Inilah 4 Bahan Sintetis yang Sering Dicampur dalam Selai Agar Tampilan Lebih Menarik
Foto: Thinkstock
Jakarta - Selai dengan konsistensi yang kental, manis dan warna yang cerah sudah pasti menggoda selera. Akan tetapi dibalik ​tampilan​nya yang menarik, ternyata selai juga dicampur dengan bahan-bahan sintetis yang membahayakan bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Untuk menghindari hal ini, Anda perlu membaca label terlebih dahulu dan membeli selai yang sudah terdaftar oleh BPOM RI. Selain itu, Anda juga dapat membuat selai sendiri di rumah agar lebih terjamin kesehatannya.

1. Pemanis buatan

Foto: Thinkstock
Untuk menekan biaya produksi, banyak produsen makanan yang mengganti gula pasir dengan aspartam, sakarin dan siklamat. Bahan kimia ini digunakan karena memiliki tingkat kemanisan 30-300 kali lebih manis dibandingkan dengan gula pasir alami. Akan tetapi bahan sintesis ini juga memiliki kekurangan yaitu menimbulkan rasa yang agak pahit jika dicampurkan dalam jumlah yang banyak.

2. Pengental (emulsifier)

Foto: Thinkstock
Pengental yaitu bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan, memekatkan ataupun mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan air sehingga akan membentuk kekentalan dengan konsistensi tertentu. Jika dibuat menggunakan bahan alami, pengental bisa di dapatkan dari buah-buahan yang kaya akan pektin seperti kulit buah apel. Akan tetapi cara ini membutuhkan banyak buah apel sehingga produsen makanan banyak menggunakan bahan pengental yang biasa ditambahkan dalam bentuk pektin dan gelatin sintetis.

3. Pengawet

Foto: Thinkstock
Meskipun selai mengandung kadar gula yang tinggi yang berpengaruh terhadap daya simpan selai, akan tetapi hal ini juga tidak optimal mempertahankan usia yang lebih lama. Produsen selai umumnya banyak yang menambahkan beberapa zat pengawet seperti asam askorbat dan asam benzoat. Selain selai, sari buah, saus tomat, sambal, manisan dan jelly juga sering dicampurkan dengan asam benzoat agar lebih tahan lama.

Asam benzoat secara alami dalam jumlah kecil terdapat pada cranberry, kayu manis, prune dan cengkeh. Akan tetapi cara ini tidak optimal, asam benzoat dalam bentuk pabrikan dapat menahan bakteri dan jamur dalam kondisi asam.

4. Pewarna

Foto: Thinkstock
Warna dapat memberikan daya tarik pada makanan. Pewarna alami bisa berasal dari kunyit, daun pandan, angkak, daun suji, cokelat, wortel dan juga karamel. Karena melalui proses pemanasan, sering kali selai ditambahkan pewarna sintetis. Agar lebih aman, Anda dapat memperhatikan warna selai. Pilihlah selai yang memiliki warna yang tidak terlalu mencolok.
Halaman 2 dari 5
(tan/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads