Anak Perlu Dilatih untuk Mengenal Camilan Sehat

Anak Perlu Dilatih untuk Mengenal Camilan Sehat

- detikFood
Rabu, 06 Mei 2015 13:15 WIB
Foto: Wall's // Thinkstock
Jakarta -

Sejak kecil, anak dilatih untuk mendapatkan dan menikmati asupan makanan. ASI merupakan makanan pertama yang anak dapatkan sejak ia lahir. Melalui makanan ini juga, anak mengalami pengalaman dan pengenalan akan rasa.

Rasa makanan akan berpengaruh kepada perasaan dan sistem kerja otak anak. Contohnya saja, makanan yang rasanya tak ia sukai akan membuatnya marah atau membenci makanan tersebut. Sebaliknya, makanan yang ia kenal bentuk dan rasanya dan ia sukai akan membuatnya merasa nyaman dan bahagia.

Oral period atau periode oral pada anak, yaitu periode dimana anak mencicipi makanan (lewat mulut) itu dapat membantu development psychological atau pembangunan keadaan psikis pada anak. Sebenarnya, cara ini bisa dipakai untuk menarik perhatian atau meluluhkan hati anak,” kata psikolog Efnie Indrianie pada peluncuran Wall's Tim Tam Choco Blast kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai orang tua, seringkali kita ingin melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada anak. Namun, keadaan komunikasi antara orang tua dan anak menjadi tersendat. Apalagi, tak sedikit anak yang tidak komunikatif ketika ditanya.

“Disinilah seharusnya oral period mengambil peran. Sedari kecil, anak yang mendapat ASI akan mengalami kenyamanan. Semakin ia besar, kenyamanan lewat oral period ini bisa menjadi bonding moment yang menyebabkan anak jadi rileks dan bisa bercerita tanpa henti. Orang tua bisa menyiapkan makanan kesukaan anak seperti cemilan manis untuk situasi ini,” kata psikolog ini.

Selain itu, tak hanya membuat anak rileks, oral period ini bisa membuat tingkat stress anak menurun. Karena tingkat stress-nya menurun, tingkat kecerdasan anak pun naik, menyebabkan anak menjadi semakin cerdas dan lebih bahagia.

“Untungnya, kearifan lokal orang Indonesia mempertahankan budaya kumpul-kumpul keluarga dari perayaan besar hingga hanya sekadar menikmati cemilan sore di rumah. Budaya ini baik untuk psikologi anak dan membentuk karakternya di masa depan,” tambahnya.

Dulu, cemilan untuk kumpul-kumpul mungkin seperti pisang goreng, kacang rebus, atau kue basah. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu anak-anak lebih menginginkan cemilan yang praktis.

Karenanya orangtua perlu mendidik anak untuk memilih makanan sehat dan memperhatikan setiap asupan makanan.Hal ini penting karena bisa mendidik anak untuk membedakan makanan dan minuman apa yang menyehatkan dan tidak.

(tan/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads