Doyan masak, makan, dan minum wine tidak membuat Chef Vania Wibisono merasa khawatir. Kesukaan pada wine tak ia pungkiri menantangnya untuk selalu berusaha membuat hidangan enak agar bisa berpadu mulus dengan minuman fermentasi anggur ini.
βSaya suka white wine dan red wine. Tapi, yang paling saya suka red wine. Aroma dan rasanya lebih kuat,β kata chef bertubuh ramping ini saat menjadi chef yang ditantang J House Wine Resto dalam acara Chefs Challenge pada Jumat, (24/4) lalu. Menurutnya, wine adalah minuman beralkohol yang paling luar biasa. Selain karena rasanya, wine juga punya banyak kelebihan untuk kesehatan.
Menurut chef yang juga seorang psikolog ini, wine adalah minuman beralkohol yang paling rendah kalori. βDari bir, liquor, vodka, dan bermacam minuman alkohol lain, menurut saya wine paling aman. Jika sedang dalam masa diet sekalipun, wine sangat aman untuk dikonsumsi. Tapi, tetap dalam batas yang wajar, tentunya,β kata ibu dari dua anak ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βTeman-temanku juga banyak yang bertanya gimana caranya supaya bisa cepat dapat anak. Saya bilang, coba minum wine saja,β kata Vania. Paling tidak, tubuh jadi lebih santaiβ dan darah yang tersumbat semakin sedikit.
Konsumsi wine harus diakui semakin meningkat semakin hari. Bahkan, menurutnya, dunia juga sedang mengalami krisis wine karena produksi wine tetap, namun konsumennya semakin meningkat. Di Indonesia sendiri, banyak tempat makan yang menawarkan hidangan dengan paduan wine. Tak sekadar minuman, wine sudah jadi bagian dari gaya hidup.
Karena itulah, tak sedikit juga anak-anak di bawah umur yang sudah mulai mencoba-coba meminum wine dengan takaran yang tidak dianjurkan. βMenurutku, wine itu harus dikonsumsi oleh dalam usia minimal 21 tahun. Bukan 18 tahun lho, ya. Saya sangat menyayangkan hal ini terjadi,β katanya lagi.
Menyesap segelas wine juga tak boleh main-main, orang yang sudah terbiasa menyesap wine tentu memerlukan hidangan sebagai pendampingnya. Makanan tanpa minuman pasti terasa ada yang kurang. Begitu juga sebaliknya.
βMakanan yang cocok sebagai pendamping wine itu harus makanan berat dengan citarasa β'βsmooth'β. Contohnya, seperti steak dengan keju leleh atau mayonnaise. Daging dan keju itu harus ada. Apalagi untuk red wine.β jelasnya dengan nada serius.
(tan/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN