Chef Vania Wibisono: Wine Aman Untuk Anda yang Sedang Berdiet!

Chef Vania Wibisono: Wine Aman Untuk Anda yang Sedang Berdiet!

- detikFood
Selasa, 28 Apr 2015 10:32 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta -

Doyan masak, makan, dan minum wine tidak membuat Chef Vania Wibisono merasa khawatir. Kesukaan pada wine tak ia pungkiri menantangnya untuk selalu berusaha membuat hidangan enak agar bisa berpadu mulus dengan minuman fermentasi anggur ini.

β€œSaya suka white wine dan red wine. Tapi, yang paling saya suka red wine. Aroma dan rasanya lebih kuat,” kata chef bertubuh ramping ini saat menjadi chef yang ditantang J House Wine Resto dalam acara Chefs Challenge pada Jumat, (24/4) lalu. Menurutnya, wine adalah minuman beralkohol yang paling luar biasa. Selain karena rasanya, wine juga punya banyak kelebihan untuk kesehatan.

Menurut chef yang juga seorang psikolog ini, wine adalah minuman beralkohol yang paling rendah kalori. β€œDari bir, liquor, vodka, dan bermacam minuman alkohol lain, menurut saya wine paling aman. Jika sedang dalam masa diet sekalipun, wine sangat aman untuk dikonsumsi. Tapi, tetap dalam batas yang wajar, tentunya,” kata ibu dari dua anak ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain aman untuk diet, wine juga bisa merilekskan tubuh. Mungkin karena itu juga wine jadi populer di kalangan masyarakat perkotaan. Setelah penat bekerja seharian, minum wine bisa bikin badan jadi rileks dan peredaran jadi lancar. Apalagi, wine aman untuk dikonsumsi setiap hari. Hal paling penting adalah Anda harus menjaga konsumsi wine tak lebih dari seperempat gelas wine berukuran standar, atau paling banyak dua teguk.

β€œTeman-temanku juga banyak yang bertanya gimana caranya supaya bisa cepat dapat anak. Saya bilang, coba minum wine saja,” kata Vania. Paling tidak, tubuh jadi lebih santai​ dan darah yang tersumbat semakin sedikit.

Konsumsi wine harus diakui semakin meningkat semakin hari. Bahkan, menurutnya, dunia juga sedang mengalami krisis wine karena produksi wine tetap, namun konsumennya semakin meningkat. Di Indonesia sendiri, banyak tempat makan yang menawarkan hidangan dengan paduan wine. Tak sekadar minuman, wine sudah jadi bagian dari gaya hidup.

Karena itulah, tak sedikit juga anak-anak di bawah umur yang sudah mulai mencoba-coba meminum wine dengan takaran yang tidak dianjurkan. β€œMenurutku, wine itu harus dikonsumsi oleh dalam usia minimal 21 tahun. Bukan 18 tahun lho, ya. Saya sangat menyayangkan hal ini terjadi,” katanya lagi.

Menyesap segelas wine juga tak boleh main-main, orang yang sudah terbiasa menyesap wine tentu memerlukan hidangan sebagai pendampingnya. Makanan tanpa minuman pasti terasa ada yang kurang. Begitu juga sebaliknya.

β€œMakanan yang cocok sebagai pendamping wine itu harus makanan berat dengan citarasa ​'​smooth'​. Contohnya, seperti steak dengan keju leleh atau mayonnaise. Daging dan keju itu harus ada. Apalagi untuk red wine.” jelasnya dengan nada serius.

(tan/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads