Apalagi, D's Naturals ternyata bukan perusahaan pertamanya. Ia pernah membuat usaha dengan cara membeli berbagai di Craigslist, dari mobil bahkan rumah, kemudian menjualnya kembali di eBay. Pekerjaan tersebut ia lakukan pada umur 12 tahun hingga ayahnya pun ikut turun tangan menanganinya.
Kini, di usianya yang semakin dewasa, ia ingin membuat perusahaan yang lebih serius. Setelah masuk ke sekolah menengah akhir Sycamore High School dan lulus pada umur 16 tahun, ia berhasil masuk ke Indiana University. Selang tiga bulan kemudian, ia memutuskan untuk meninggalkan kuliahnya karena pada awalnya ia memang tidak ingin kuliah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Protein bar buatan Daniel ini mengusung tema 100% alami, 100% vegan, dan tidak mengandung bahan pengawet apapun. βSaya ingin menciptakan makanan yang benar-benar alami, agar siapapun yang mengonsumsinya menjadi sehat,β kata pemuda yang selalu bangun pukul 2:30 dini hari untuk berolahraga.
Dalam No Cow Bar, Daniel Katz sendiri-lah yang merancang komposisi makanan dan nutrisinya. Ia selalu memastikan jumlah nutrisi yang akurat pada setiap makanan dan memastikan bahwa makanannya mengandung 20-21 gram protein tumbuhan. Sehingga, menu di No Cow Bar sudah dapat dipastikan dairy-, soy-, dan gluten-free, rendah karbohidrat, serta tinggi protein dan serat. Kandungan gulanya pun sudah dapat dipastikan hanya satu atau dua gram saja.
Ia juga merencanakan akan menambah 15-20 karyawan (yang tentunya umurnya jauh di atasnya) dengan dalam waktu 6 bulan ke depan. Dengan begini, ia berharap akan produksi yang semakin banyak. Protein bar yang bisa dibeli di Amazon dan website D's Naturals (www.dnaturals.com) bahkan diberikan 4,6 stars dari 5 stars yang ada oleh konsumen.
Protein bar buatan Daniel Katz hadir dengan rasa blueberry cobbler, mint chocolate chip, dan peanut butter cookie dough. Rasa-rasa baru juga akan hadir di waktu yang akan datang. Anda dapat membeli Rp. β387.000 rupiah yang berisi 12 buah protein bar, dan Rp. β36.000 per buahnya.
Karena kerja kerasnya, ia telah memiliki 10.000 meter persegi gudang di Blue Ash dan beberapa tempat lainnya. Ia tetap bekerja setiap hari sampai tengah malam, tidur di atas kasur udara di kantornya di Blue Ash, dan bangun pagi tiap hari. Ia mengaku bahwa tubuhnya sudah terbiasa dengan hal seperti ini.
(tan/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN