Lemari Es Bukan Tempat Menaruh Semua Sisa Makanan

Lemari Es Bukan Tempat Menaruh Semua Sisa Makanan

- detikFood
Senin, 30 Mar 2015 17:21 WIB
Lemari Es Bukan Tempat Menaruh Semua Sisa Makanan
Foto: Thinkstock
Jakarta - Setiap​ rumah dapat dipastikan punya lemari es. Menjaga makanan agar tetap awet dan segar. Karenanya kulkas menjadi kebutuhan penting dalam rumah. Tapi tidak semua makanan bisa asal disimpan dalam lemari es. ​Ada hal-hal penting yang perlu dicermati dalam pemakaian kulkas.​

Dalam Newly Wed Cooking Class dengan Managing Editor DetikFood Odillia Winneke dan Chef Stefu Santoso Jumat dan Sabtu (27, 28/3) lalu, di​bahas penggunaan kulkas yang ​sering salah​ kaprah. Orang Indonesia menggunakan lemari es hanya sebagai tempat ​menimbun ​makanan yang tak habis dimakan.​ Beberapa hal ini perlu dicermati saat menggunakan kulkas agar kulkas tak jadi sarang kuman.​

1. Asal simpan

Foto: Thinkstock
​F​ungsi utama chiller dan freezer di rumah tak lain untuk menyimpan stok makanan untuk beberapa​ hari atau minggu. Chiller untuk menyimpan bahan makanan kemasan atau sayuran dan buah​. S​edangkan freezer adalah tempat untuk ikan, daging untuk jangka waktu lebih dari sebulan.​

Coba buka lemari es Anda di rumah. Adakah sisa makanan yang Anda taruh begitu saja? Lemari​ es sering jadi tempat penampungan makanan yang tak habis dimakan.​ Ujung-ujungnya, makanan ini akhirnya dibuang juga karena sudah bau atau basi. Padahal makanan basi justru memicu kontaminasi bahan segar yang disimpan bersama dalam kulk​as.

2. Kulkas yang terlalu penuh

Foto: Thinkstock
Kaldu ayam yang kita buat sendiri dari daging ayam asli adalah salah satu bahan dasar makanan yang sehat. Kaldu ini harus disimpan dalam freezer agar tetap awet. Menurut Chef Stefu, waktu penyimpanan kaldu alami ini bisa tahan hingga satu tahun. Lamanya​ penyimpanan ini juga dengan syarat  freezer tidak boleh dalam keadaan penuh.

Freezer yang penuh suhunya akan menurun, karena setiap makanan akan 'berlomba' mendapatkan dingin. Hasilnya, kaldu dan makanan lain yang disimpan bisa​ tidak beku sempurna.

3. Wadah

Foto: Thinkstock
Pemilihan wadah juga perlu diperhatikan. Bermacam wadah yang dijual di pasaran bisa dijadikan pilihan. Pasalnya, wadah-wadah ini kedap udara dan air. Anda tak perlu takut makanan Anda cepat berbau dan basi ketika disimpan. 

Penggunaan wadah yang bagus tak hanya menjaga kualitas makanan, tapi juga bisa untuk investasi ke depannya. Wadah ini akan tahan dipakai 3 sampai 5 tahun ke depan. Jadi, kita tak usah membeli wadah beberapa kali.​ Kini di pasaran juga ada wadah kedap udara khusus untuk makanan beku yang dilengkapi dengan jarum tanggal sehingga memudahkan penyimpanan makanan dalam freezer.​

4. Membungkus​

Foto: Thinkstock
Membungkus makanan segar seperti sayuran dan buah dalam plastik kedap udara juga penting. Dalam keadaan kering, bungkus sayuran dan buah dalam plastik yang tertutup rapat. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari tetesan air atau kelembaban yang berlebihan. Keduanya bisa membuat sayur tak segar dan akhirnya membusuk.

Pengaturan makanan dalam kulkas juga mengenal ungkapan 'first in, first out'. Ini berarti makanan yang pertama masuk adalah makanan yang pertama kali digunakan. Hal ini bertujuan untuk memperkecil kemungkinan makanan tidak segar. Jadi, makanan yang diolah dan dikonsumsi selalu segar.​

5. Jangan berlebihan

Foto: Thinkstock
Hal yang sebaiknya dihindari lagi adalah pembelian makanan dengan jumlah banyak. Pembelian dalam jumlah banyak ini akan berdampak banyaknya makanan yang terbuang. Selain itu, terdapat juga kemungkinan Anda akan boros dalam penggunaannya. Akhirnya Anda akan terdorong​ mengisi kulkas hingga penuh sehingga suhunya tidak maksimal. Akibatnya makanan mudah busuk dan akhirnya dibuang karena rusak.​
Halaman 2 dari 6
(tan/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads