5 Jenis Biji-bijian Kuno Ini Bisa Menjadi Asupan Nutrisi yang Hebat

5 Jenis Biji-bijian Kuno Ini Bisa Menjadi Asupan Nutrisi yang Hebat

- detikFood
Jumat, 13 Mar 2015 17:52 WIB
5 Jenis Biji-bijian Kuno Ini Bisa Menjadi Asupan Nutrisi yang Hebat
Foto: Getty Images
Jakarta - Tren gaya hidup sehat terus berkembang. Seperti konsumsi jus sayuran dan aneka biji-bijian. Seperti ​​flaxseed ​dan chia seed. Biji-bijian digemari​ karena banyak kandungan serat dan vitaminnya.

​Kini ​tren biji-bijian mulai mengacu pada aneka bijian yang sudah dikonsumsi sejak ​ribuan​ tahun yang lalu. Seperti di​ Mesir, Ethiopia, Aztec ​dan​ Inca yang terkenal sebagai suku-suku tertua di dunia yang punya beragam bijian kaya nutrisi ini.​

1. Amaranth (Bayam Biji)

Foto: Getty Images
Tumbuhan ini awalnya berasal dari Mesir. Kemudian, amaranth yang berbunga merah tua dan berdaun seperti bayam ini populer di Benua Amerika, seperti Peru. Kaya akan nutrisi, kabarnya amaranth bahkan mempunyai kandungan protein dua kali lebih banyak dari beras merah. Karena berupa ​bijian, amaranth termasuk sumber makanan yang bebas gluten dan aman untuk vegetarian. Banyak yang mencoba menikmatinya dengan cara seperti popcorn, atau mencampurnya dengan cokelat leleh untuk dibuat kue atau muffin.

2. Milet

Foto: Getty Images
Siapa sangka, biji-bijian ini sudah ada bahkan sejak 10.000 tahun yang lalu! Sebelum milet banyak dikenal di pasaran, biji ini dikenal sebagai pakan burung. Tumbuhan ini termasuk serealia dan banyak tumbuh di dataran Asia. Mengandung ​magnesium, antioksidan, yang dapat mengontrol diabetes, tekanan darah, dan penyakit jantung. Kabarnya, banyak masyarakat Amerika Serikat yang mulai mengonsumsi milet karena penelitian membuktikan sebanyak 60% warga Amerika Serikat kekurangan magnesium. Mengolah milet tidaklah sulit. Cukup buat bubur seperti menyeduh oatmeal atau campurkan pada yogurt, sereal, dan salad Anda.

3. Spelt

Foto: Getty Images
Konon, spelt adalah sejenis gandum yang tersisih dari keluarga gandum karena spelt sulit untuk ditanam secara massal. Serupa seperti gandum, spelt adalah makanan mengandung gluten, dan tidak disarankan untuk Anda yang mengalami penyakit celiac atau diet gluten. Namun, di dalamnya terdapat banyak serat dan zat besi. Dua hal ini baik untuk Anda yang sedang ingin menurunkan berat badan. Spelt bisa dimasukkan dalam menu salad atau roti agar lebih menyehatkan.

4. Tef

Foto: Getty Images
Jika Indonesia punya padi, maka Ethiopia punya tef. Biji-bijian masuk dalam makanan pokok yang menjadi bahan dasar roti injera yang populer itu. Tef yang tidak mengandung banyak kalori ternyata kaya akan kalsium, bahkan lebih banyak dari bayam. Kelebihan tef juga tak hanya sampai disitu. Di dalam tef, terdapat serat yang bernama pati resisten, yang memberi rasa ​lebih kenyang, menyuburkan bakteri baik dalam perut, serta tidak menaikkan kadar gula dalam darah. Tef termasuk sumber makanan bebas gluten yang dapat dinikmati seperti seral.

5. Kamut

Foto: Getty Images
Sejak zaman Firaun, sudah banyak yang mengonsumsi kamut. Hal ini membuat kamut mempunyai sebutan Pharaoh grain atau gandum Firaun . Kamut juga sejenis gandum yang berbentuk lebih kecil. Protein di dalamnya bahkan mengandung sekitar 20%-40% dengan rasa yang lebih manis. Bahkan, sebuah studi menemukan bahwa mengonsumsi kamut dapat menurunkan gejalanya. Berikan kamut dengan cara mengolahnya menjadi pancake, roti, dan salad.
Halaman 2 dari 6
(tan/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads