Inilah Prediksi Tren Restoran Beberapa Tahun ke Depan dari Para Ahli

- detikFood Sabtu, 31 Jan 2015 13:58 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Dalam lima tahun ke depan, restoran akan mempekerjakan staf robot. Menunyapun akan menjadi lebih sehat dan interaktif. Selain itu, hidangan post-modernist akan berpindah dari gastronomi molekul menuju bahan-bahan alami.

Inilah sebagian tren kuliner besar dalam laporan yang dijabarkan di Sirha, ajang perdagangan pangan besar yang baru-baru ini berlangsung di Lyon, Prancis. Acara ini berfungsi sebagai wadah peluncuran produk-produk inovatif.

Di program yang berlangsung selama lima hari ini juga ada Bocuse d'Or, kompetisi kuliner setara Olimpiade yang salah satu agendanya adalah World Pastry Cup. Tahun ini, lebih dari 3.000 peserta pameran mengisi area seluas 130.000 meter persegi.

Para pakar yang hadir di Sirha meramalkan tren restoran untuk beberapa tahun ke depan seperti ditulis AFP (27/01/2015) berikut:

Hidangan lokal
Gerakan locavore atau mengonsumsi makanan lokal memang bukan hal baru. Namun para pakar meramalkan bahwa penekanan terhadap makanan yang diproduksi secara lokal akan semakin banyak memperoleh momentum pada beberapa tahun ke depan.

Teknik memasak tradisional seperti mengasap, memasak dengan arang, fermentasi, serta penggaraman akan dipraktikkan kembali dengan sedikit sentuhan modern. Selain itu, konsep nose-to-tail akan semakin menjadi mainstream.

Para chef dan pemilik restoran memasak dengan jeroan, serta buah dan sayuran (sayuran akar) yang sederhana akan menjadi bintang dalam hidangan. Intinya, tren kuliner ke depan akan meminimalisir limbah yang dihasilkan serta jarak yang ditempuh untuk mendatangkan bahan makanan.

Digital dining
Teknologi yang dapat dipakai (wearable technology) siap digunakan para konsumen yang semakin memerhatikan kesehatan. Akan ada menu interaktif, contohnya, yang memungkinkan konsumen melihat informasi gizi pada makanan mereka dengan bantuan kode QR. Selain itu aplikasi ponsel pintar yang berfungsi sebagai 'ahli gizi' juga akan semakin menjamur.

Hidangan post-modernist
Untuk memangkas biaya tenaga kerja, restoran akan semakin banyak mempekerjakan robot untuk melakukan pekerjaan kasar di dapur. Sebut saja mempersiapkan bahan makanan, membuang sampah, serta menjaga sanitasi dan higienitas dapur.

Pencarian cita rasa makanan yang baru dan unik akan berpindah dari gastronomi molekul ke arah gaya memasak yang tak bergantung pada bahan tambahan makanan, melainkan pada inovasi alami. Program Chef Watson buatan IBM pun sudah dijalankan untuk menghasilkan kombinasi makanan baru dan unik dengan bantuan komputer super.

(fit/odi)