Bulu Babi Kini Jadi Sajian Populer untuk Pizza dan Nasi Goreng di New York

- detikFood Kamis, 22 Jan 2015 12:31 WIB
Foto: NY Daily News Foto: NY Daily News
Jakarta - ​Beberapa tahun silam bulu babi, hewan laut hanya jadi pelengkap. Kini ​​s​ea urchin atau bulu babi makin populer di New York. Semakin banyak sajian berbahan bulu babi digunakan restoran ternama. Mulai dari pizza hingga nasi goreng.

Di Jepang, sejak lama bulu babi digunakan sebagai bahan makanan. Telur atau bagian gonada bulu babi disebut uni dalam bahasa Jepang. Biasa uni disantap mentah atau dimasak sebentar. Uni yang berwarna jingga kekuningan ini memiliki tekstur creamy dengan rasa manis agak asin.

"Sea urchin bertelur pada akhir musim panas dan awal musim gugur, sehingga rasanya dapat sedikit kurang enak. Saat musim dingin, mereka cenderung lebih gemuk dan rasanya lebih baik," tutur Adam Geringer-Dunn, pemilik sekaligus chef di Greenpoint Fish & Lobster, seperti dilansir dari NY Daily News (18/1/2015).

Warga Amerika awalnya tak menyukai uni. Sekarang makin banyak yang mencarinya. Ken Oringer, pemilik restoran Toro, mengatakan lima tahun lalu sangat sulit mendapat pengunjung yang mau mencoba pasta carbonara dengan uni. Namun saat ini, hidangan tersebut jadi makanan terlaris di restorannya.
 
"Waktu telah banyak berubah. Orang-orang menyadari kualitas uni dari Maine dan California yang fenomenal. Mereka dulu mungkin mempunyai pengalaman dengan uni yang buruk. Tapi sekarang kualitasnya menakjubkan. Sangat ringan dan sangat manis," ucap Ken.

Kebanyakan hidangan uni dapat ditemui di sushi bar berkelas. Akan tetapi sekarang lebih mudah mencari restoran yang menyajikan uni olahan maupun masih segar.

Restoran Toro, misalnya, memiliki menu Bocadillo de Erizos berupa sandwich panggang bergaya panini yang berisi uni, miso butter dan biji mustard. Ada juga restoran Vietnam bernama Bunker Vietnamese yang menawarkan sajian uni fried rice. Nasi goreng kari dimasak bersama potongan kepiting, nanas, kacang mete, tomat, jamur, kemangi, udang kering dan uni. Menurut chef Jimmy Tu dari Bunker Vietnamese, uni memiliki kekayaan rasa yang melengkapi kepiting segar dan nanas.

Restoran Prova juga menyajikan Urcina Pizza berisi keju pecorino, saus tomat, potongan uni, tinta cumi, dan daun caper. Sedangkan restoran Jepang Saikai menawarkan special six-course sea urchin tasting menu selama bulan Januari.

Bagi yang ingin mengolah sendiri, Greenpoint Fish & Lobster menjual bulu babi hidup di fish market miliknya. Pelanggan bisa membelinya segar dengan harga $3 (Rp 37.300) per sea urchin. Adam Geringer-Dunn dan stafnya akan memberi petunjuk singkat pada pelanggan untuk mengolah uni di rumah.

Menurut Adam, uni merupakan makanan eksotis. Banyak orang tidak melihat bentuk aslinya. Namun bulu babi menarik bagi pemasak di rumah yang ingin mencoba pengalaman makan sesuatu dari cangkangnya.

Uni segar juga disiapkan untuk disantap langsung di Greenpoint Fish & Lobster. Olahan uni ini dihargai $7 (Rp 87.000).

(msa/odi)