Kobe Bryant Jaga Stamina Tubuh dengan Minum Kaldu Tulang

Kobe Bryant Jaga Stamina Tubuh dengan Minum Kaldu Tulang

- detikFood
Selasa, 20 Jan 2015 19:49 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Pemain NBA terkenal, Kobe Bryant, menjalani pola makan dengan konsumsi kaldu tulang. Ini menjadi salah satu sumber asupan nutrisi untuk tubuhnya. Kobe menyantapnya setiap waktu selama tiga tahun terakhir.

Dr. Cate Shanahan, direktur Lakers Pro Nutrition Program, menambahkan kaldu tulang pada pola makan sehari-hari Kobe selama tiga tahun. Ini menjadi santapan sebelum memulai pertandingan saat di rumah maupun di jalan. Lakers menyiapkan kaldu tulang yang diracik secara hati-hati untuk Kobe setiap saat.

"Saya mengonsumsi kaldu tulang selama beberapa waktu. Kaldu ini sangat bagus untuk energi dan inflamasi," tutur Kobe seperti dilansir dari ESPN (15/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsumsi kaldu tulang di Lakers bermula ketika Shanahan menjadi ahli gizi konsultan untuk tim ini pada musim 2012-2013. Shanahan percaya pada manfaat kaldu tulang bagi kesehatan. Ia pun membuat beberapa pemain Lakers jadi penyuka kaldu tulang karena kandungan nutrisinya.

Setiap hari Chef Sandra Padilla dari Lakers membuat kaldu tulang selama delapan jam. Lalu ia menyaring kaldu dan menempatkannya dalam kulkas. Kaldu berubah seperti gelatin saat sejuk.

Tim DiFrancesco, head strength and conditioning coach Lakers, juga setuju bahwa kaldu tulang menjadi bagian penting yang menjaga kondisi fisik pemain Lakers.

"Jika Anda membuat kaldu tulang dengan cara tepat, ini seperti cairan emas. Dan cara untuk mengetahui Anda membuat kaldu yang benar adalah jika dimasukkan dalam kulkas semalaman dan ini berubah jadi Jell-O. Semua orang mencari obat mujarab atau penyembuh sakit, ini ada dalam kaldu tulang," tambah Tim.

Kaldu tulang merupakan sajian bergizi kaya nutrisi dan mineral, terutama kolagen. Proses pembuatannya dilakukan dengan merebus tulang (sapi, ikan, ayam atau lainnya) dan bahan-bahan tambahan selama berjam-jam.

Tentunya kaldu ini bukan hal baru. Namun kini kaldu tulang menjadi tren di Amerika Serikat. New York Times menyebut kaldu tulang telah berevolusi dari makanan prasejarah menjadi minuman pelaku diet Paleo. Beberapa gerai yang menjual kaldu tulangpun mulai dibuka di Amerika.

(fit/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads