Dr. Cate Shanahan, direktur Lakers Pro Nutrition Program, menambahkan kaldu tulang pada pola makan sehari-hari Kobe selama tiga tahun. Ini menjadi santapan sebelum memulai pertandingan saat di rumah maupun di jalan. Lakers menyiapkan kaldu tulang yang diracik secara hati-hati untuk Kobe setiap saat.
"Saya mengonsumsi kaldu tulang selama beberapa waktu. Kaldu ini sangat bagus untuk energi dan inflamasi," tutur Kobe seperti dilansir dari ESPN (15/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap hari Chef Sandra Padilla dari Lakers membuat kaldu tulang selama delapan jam. Lalu ia menyaring kaldu dan menempatkannya dalam kulkas. Kaldu berubah seperti gelatin saat sejuk.
Tim DiFrancesco, head strength and conditioning coach Lakers, juga setuju bahwa kaldu tulang menjadi bagian penting yang menjaga kondisi fisik pemain Lakers.
"Jika Anda membuat kaldu tulang dengan cara tepat, ini seperti cairan emas. Dan cara untuk mengetahui Anda membuat kaldu yang benar adalah jika dimasukkan dalam kulkas semalaman dan ini berubah jadi Jell-O. Semua orang mencari obat mujarab atau penyembuh sakit, ini ada dalam kaldu tulang," tambah Tim.
Kaldu tulang merupakan sajian bergizi kaya nutrisi dan mineral, terutama kolagen. Proses pembuatannya dilakukan dengan merebus tulang (sapi, ikan, ayam atau lainnya) dan bahan-bahan tambahan selama berjam-jam.
Tentunya kaldu ini bukan hal baru. Namun kini kaldu tulang menjadi tren di Amerika Serikat. New York Times menyebut kaldu tulang telah berevolusi dari makanan prasejarah menjadi minuman pelaku diet Paleo. Beberapa gerai yang menjual kaldu tulangpun mulai dibuka di Amerika.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN