Chef Arnold adalah salah satu dari enam chef asal Asia Tenggara yang menjadi tamu di acara 'My Taste of Hong Kong' yang akan segera tayang. Selama lima hari di pertengahan tahun lalu, ia diajak berjalan-jalan layaknya penduduk setempat.
Acara ini dibagi ke dalam beberapa segmen, dari tradisional sampai modern. "Saya kebagian segmen terakhir yang bertema fusion, menekankan pada budaya Hong Kong yang muda dan modern," kata Chef Arnold.
Lalu lintas para wisatawan ditambah peninggalan dari zaman penjajahan Inggris memengaruhi Hong Kong yang masih memegang budaya Tiongkok. "Namun yang menarik, di Hong Kong nilai-nilai modern tidak mengganggu unsur tradisional," jelas Chef Arnold saat ditemui Detikfood (08/01/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidangan Hong Kong juga memengaruhi Chef Arnold membuat menu di restorannya. Ia menyajikan bebek Peking menggunakan daging paha bebek yang dikukus dengan teknik Szechuan. Pelengkapnya berupa saus hoisin dan sambal terasi Hong Kong.
Pria berusia 26 tahun ini pernah ke Hong Kong sekali sebagai turis. Namun, perjalanan ke Hong Kong kali ini benar-benar berkesan baginya. "Saya jadi mengerti budayanya. Walau sebentar, saya bisa menemukan sisi Hong Kong yang belum pernah saya lihat," ujar Chef Arnold.
Kalau nanti ia kembali lagi ke Hong Kong, Chef Arnold berencana mengunjungi lagi tempat-tempat yang sudah ia datangi. "Salah satunya ke Kuil Man Mo yang belum sempat saya kelilingi sampai selesai. Di sana ada sebuah gang panjang yang menjual berbagai barang-barang antik dan pernak-pernik Tiongkok," tutur Chef Arnold.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN