Archbishop Swerios Murad daru Syriac Orthodox Patriarchate di Yerusalem menyatakan jemaatnya mengonsumsi bubur gandum minggu ini. Hal ini untuk menandakan Feast of St. Barbara atau Eid el-Burbara dalam bahasa Arab. Saint Barbara yang berasal dari kota Izmit adalah anak perempuan dari seorang ayah yang protektif.Saat ayahnya bepergian, secara sembunyi- sembunyi ia berpindah kepercayaan menjadi Kristen.
Ayahnya berusaha membunuhnya saat tahu rahasia tersebut dan Barbara akhirnya lari dari menara, tempat tinggalnya ke lembah terdekat. Seorang penggembala berusaha membantunya dengan menyembunyikan Barbara dan memberi makan bubur sederhana. Sayangnya, tentara yang sedang berpatroli menangkap dan memulangkannya pada sang ayah. Barbara dibunuh dan ayahnya akhirnya mati disambar petir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bernard Sabella, mantan associate professor di Bethlehem University menyatakan keluarganya yang menganut Roman Catholic, tradisi mengonsumsi bubur cukup mewah. Merebus gandum memerlukan waktu dua hingga tiga jam dan akan menebarkan aroma kayu manis di seluruh rumah.
“Sarapan yang kami konsumsi biasanya hanya teh dengan sepotong kue. Karena itu, membuat burbara adalah sesuatu yang sangat tidak biasa saat kami kecil,” tutur Bernard kepada The Salt (19/12/2014).
Di Bethlehem, keluarga biasanya memasak lebih dari 1 kg gandum untuk liburan, biasanya burbara tahan selama satu minggu. Para pekerja membawa burbara ke kantor dan membaginya ke kolega Kriten dan Muslim.
St. Barbara dikenal dan pengorbanannnya dirayakan di seluruh dunia. Ia dianggap pelindung angkatan laut Italia. Santa Barbara, California mendapatkan nama saat sang pendiri yang merupakan penjelajah Spanyol, Sebastian Vizcaino selamat dari badai malam sebelum perayaan St. Barbara.
Archbishop Murad menyatakan walaupun Natal di Yerusalem dibuka dengan bubur, hidangan khas hari raya tersebut lebih meriah. Ada ayam yang dipanggang dengan sumac, salad sayuran, dan hidangan domba dengan nasi.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN