Panettone Legit Diproduksi di Toko Roti di Dalam Penjara Italia

Panettone Legit Diproduksi di Toko Roti di Dalam Penjara Italia

- detikFood
Senin, 15 Des 2014 10:02 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Para baker sibuk menggantung kue Natal khas Italia, panettone, secara terbalik untuk menjaga bentuknya yang seperti kubah. Namun, tim yang semuanya pria ini tidak sedang berada di toko roti, melainkan di penjara di kota Padua, Italia.

Aroma roti yang manis telah memenuhi bangunan ini sejak 2005. Saat itu, koperasi lokal Giotto membuka 'Pasticceria Giotto' yang disebut sebagai satu-satunya toko roti dalam penjara di Italia. Menurut Giotto, angka penjahat kambuhan yang bekerja di Padua turun 1-2% dari rata-rata nasional 70%.

Para narapidana merasakan manfaat psikologisnya. "Pekerjaan ini membuat seseorang merasa bernilai. Anda mendapat kepuasan darinya. Anda mengembangkan kreativitas. Saat masuk ke toko roti, Anda seakan tidak berada di penjara," ujar Davor (49 tahun).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sekitar 800 tahanan di penjara Due Palazzi kota Padua, 150 orang dibayar untuk bekerja di proyek seperti ini. Di antaranya termasuk sebuah call center serta bengkel pembuat koper dan sepeda.

Hidangan unggulan di toko roti ini adalah panettone. Resep yang digunakan tradisional dan menghabiskan waktu pembuatan sampai 72 jam. Campuran tepung, mentega, telur, dan gulanya sesuai dengan hukum Italia.

Menurut Elio (62 tahun), karena terasing dari dunia luar, para napi jadi bisa lebih berkonsentrasi belajar. "Gangguannya lebih sedikit. Kami tak punya kesempatan ke bar atau mengejar wanita," kata Elio.

Penjahat kambuhan adalah masalah menyulitkan bagi Italia. Sebab Italia adalah salah satu negara yang memiliki penjara paling padat di Eropa, dan karenanya memakan banyak biaya dari anggaran negara.

Menurut Gemma Marotta, associate professor kriminologi di Universitas Sapienza Roma, pekerjaan dan tugas-tugas kreatif adalah perlakuan terbaik untuk mencegah napi kembali melakukan kejahatan.

"Selain memiliki keterampilan setelah meninggalkan lapas, bekerja juga membuat mereka memiliki harga diri," tutur Marotta.

Presiden koperasi Nicola Boscoletto mengatakan bahwa respons publik terhadap proyek ini seringkali negatif. Di Italia, menurut berita Reuters (09/12/2014), angka pengangguran relatif tinggi.

"Padahal proyek ini bagus untuk kantung orang Italia dan keamanan Italia. Setiap 1 juta euro yang diinvestasikan untuk merehabilitasi tahanan dengan memberikan pekerjaan nyata yang dibayar sesuai hukum pasar, berarti negara menghemat 9 juta euro," tegas Boscoletto.

(fit/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads