Toko daging ini dikelola oleh Kale dan Aubry Walch. Pada musim semi depan, toko yang ada di Minneapolis, Amerika Serikat akan diberi nama Herbivorous Butcher. Mereka akan menjual produk lezat tanpa daging.
Merekayasa rasa tanpa memberikan tambahan daging adalah tantangan utama yang harus mereka hadapi. Kale yang mulai menjadi vegetarian pada 14 tahun menyatakan ia tumbuh dengan diet kaya daging dan rindu menyantap produk hewani tersebut saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga mengakui nutritional yeast memberikan rasa gurih pada produk mereka. Buah nangka tak lupa menjadi salah satu bahan makanan untuk merekayasa tekstur daging, buah ini banyak digunakan untuk produk steak untuk menambah tekstur berserat dan kenyal.
Setelah bertahun- tahun mengembangkan resep dengan bantuan teman- teman vegetarian, mereka mulai menjual produk di Minneapolis farmer market. Menu yang ditawarkan meliputi smokey house ribs, deli bologna, chorizo, maple sage breakfast sausage, dan teriyaki jerky.
Setelah dijual ke pasaran, mereka terinspirasi untuk membuat toko dimana masyarakat bisa datang untuk mencoba produk daging vegetarian. Dalam website Herbivorous Butcher, dikatakan penggalangan dana Kickstarter melampaui $50.000 (Rp 617.500.000) dari angka yang ingin mereka capai dan menjadi pemecah rekor untuk hidangan vegetarian dengan dana terbesar.
βKami ingin masyarakat datang ke tempat kami untuk memilih daging vegetarian, dibanding harus pergi ke supermarket dan membelinya di bagian frozen food. Kami ingin membuat sesuatu yang spesial,β tutur Aubry.
Pelanggan yang datang bahkan sudah membayangkan kumpul keluarga saat Thanksgiving dan memasak kalkun imitasi mereka dengan bumbu klabet, thyme, garam, dan kaldu ayam vegan. Pada hari raya tersebut, kedua bersaudara menyatakan mereka tahu kesulitan untuk mencari alternatif vegetarian dari kalkun sehingga terciptalah produk tofurkey. Β
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN