Antioksidan dan Rasa Sayuran Serta Buah Bisa Diciptakan Lewat Mikroba

Antioksidan dan Rasa Sayuran Serta Buah Bisa Diciptakan Lewat Mikroba

- detikFood
Jumat, 05 Des 2014 17:02 WIB
Foto: NPR
Jakarta - Sejak jutaan tahun, manusia belajar untuk menambahkan rempah dan bumbu untuk mendapatkan rasa sedap serta manfaat kesehatannya. Tapi saat ini banyak peneliti dan perusahaan bioteknologi mulai memproduksi rasa dan nutrisi tersebut dengan bantuan mikroba.

Senyawa kimia antioksidan yang ada di buah berry bernama anthocyanin saat ini bisa diciptakan di laboratorium. Laboratorium Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, New York berhasil menciptakan anthocyanin dengan menggunakan jenis bakteria E. Coli yang tak berbahaya sehingga bentuknya seperti susu kental.

β€œAnda bisa melihat sedikit perubahan warnanya, cairan akan sedikit merah. Ini adalah senyawa merah yang kami produksi. Tapi, kami menambahkan gen tambahan yang aslinya diidentifikasi di tanaman seperti raspberry ke bakteria. Kami membangun sirkuit genetis sehingga mereka bisa memproduksi senyawa kimia untuk kita,” tutur Andrew Jones selaku mahasiswa pasca sarjana di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap gen keluar ke enzim tertentu dan keduanya akan membentuk 'jalur biokimia'. Satu per satu, enzim membangun kandungan anthocyanin yang menyehatkan tubuh, dengan manfaat kesehatan sama Andrew berpendapat production microbial lebih bisa terukur dan tidak membutuhkan waktu lama serta matahari untuk tumbuh tak seperti sayuran.

β€œAda beberapa perusahaan yang saat ini bekerja keras memproduksi asam lemak tidak jenuh, omega-3 yang kita dapatkan di ikan. Banyak yang juga mulai melirik sistem fermentasi dengan algae,” David Bressler, at the University of Alberta in Edmonton, Kanada.

Walau banyak dikembangkan, perusahaan tidak mau membeberkan hal ini pada masyarakat. Karena tidak ingin rahasia mereka diambil oleh perusahaan lain dan memicu kontroversi karena genetically modified organisms (GMO).

Tapi, ada perusahaan bernama Evolva di Swiss secara terbuka memasarkan produksi suplemen dan bahan kue dari mikroba. Ada dua produk yang telah dipasarkan yaitu resveratrol, antioksidan dalam kulit anggur dalam bentuk suplemen dan vanilin, kandungan utama dalam ekstrat vanila. Dalam dua tahun, Evolva berencana membuat saffrron versi ragi.

β€œAda banyak orang yang tidak bisa menggunakan saffron karena terlalu mahal. Jika kita bisa membuatnya lebih terjangkau. Maka kami berharap bisa merubah itu,” tutur Neil Goldsmith selaku CEO Evolva kepada The Salt (05/12/2014).

Dari segi keamanan, Food and Drug Administration tidak merasa produk yang dikeluarkan Evolva berbahaya. Karena produk yang diciptakan merekayasa pembuatan biologis seperti gen tanaman, enzim, dan mikroba tapi semua kandungan yang ada telah masuk dalam diet manusia sehari- hari.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads