Agar Tak Salah Beli, Kenali Ciri-ciri Madu Murni Berkualitas Tinggi

- detikFood Rabu, 03 Des 2014 14:43 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Pernah menemukan madu murni yang seperti meledak saat tutup botolnya dibuka? Mungkin Anda jadi bertanya-tanya apakah madu tersebut asli dan apakah aman dikonsumsi. Menurut seorang ahli perlebahan, madu tersebut bisa saja asli namun bermutu rendah.

Madu murni memiliki kualitas berbeda-beda. Menurut ahli perlebahan Drs. Mochamad Chandra Widjaja, MM, madu berkualitas baik memiliki kadar air rendah (di bawah 20%), dan sebaliknya.

"Kadar air yang tinggi bisa membuat madu berfermentasi, sehingga madunya mengandung gas dan seperti meledak saat tutupnya dibuka. Namun madu tersebut tetap aman dikonsumsi," jelas Chandra. Selain itu, kadar air yang tinggipun membuat khasiat antibakteri pada madu berkualitas buruk jadi kurang unggul.

Madu berkualitas buruk juga ditandai dengan keberadaan lilin (wax) di botol dan bagian tubuh lebah yang tertinggal dalam madu. "Artinya proses penyaringannya kurang bagus," ujar Chandra.

Madu hutan umumnya mengandung kadar air tinggi, sehingga harus diturunkan dengan teknik tertentu. Bukan dengan pembakaran, karena panas dapat merusak kandungan madu.

"Madu hutan memiliki warna lebih gelap. Artinya, kadar mineralnya lebih tinggi. Madu hutan juga bisa digolongkan madu organik. Apakah madu hutan lebih baik daripada madu budidaya, belum ada penelitiannya," kata Chandra saat diwawancarai Detikfood di acara Manuka Health New Zealand (26/11/2014).

Cara membedakan madu manuka asli dan palsu

Madu manuka adalah salah satu jenis madu yang berharga relatif mahal, sampai-sampai sebuah supermarket di Inggris menyimpan madu tersebut di kotak berjaring besi untuk menghindari pencurian.

Karena mahal, madu inipun rawan dipalsukan. Dari 73 sampel yang diuji di Inggris, Tiongkok, dan Singapura pada tahun 2012-2013, 43 sampel terbukti tak mengandung metilglioksal (MGO), aktivitas antimikroba yang hanya terdapat pada madu manuka. Selain itu, 14 dari 55 sampel madu manuka di Hong Kong terbukti dicampur sirop.

Apa lagi, bunga manuka (Leptospermum scoparium) yang menjadi sumber nektar madu manuka mirip dengan bunga kanuka (Kunzea ericoides). Bedanya, madu manuka berwarna gelap dan bercita rasa kuat, sedangkan madu kanuka kuning pucat dan bening dengan aroma halus serta rasa manis dan aromatik.

Madu kanuka juga tidak bersifat thixotropic seperti madu manuka. Artinya, madu kanuka tidak bertekstur seperti sirop saat digoyang-goyangkan dan seperti jeli saat didiamkan.

Untuk melindungi konsumen dari informasi menyesatkan tentang madu manuka, Kementerian Industri Primer Selandia Baru telah menyosialisasikan panduan label madu manuka yang berlaku efektif tahun depan.

(fit/odi)