Sementara itu di daerah Kentucky, Koshair Children's Hospital yang menyuguhkan Big Mac dan Chicken McNugget kepada pasiennya sejak beroperasi pada 1986 juga mengikuti jejak TMC.
Berbaliknya sikap jaringan RS yang pernah menyediakan McDonald's mencerminkan menurunnya kecintaan terhadap makanan cepat saji di Amerika Serikat. Sebab, konsumen semakin sadar akan manfaat bersantap sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan McDonald's di AS turun 3,3% di kuartal terakhir. Menurut spesialis industri minuman ringan Beverage Digest, konsumsi soda tahun lalu berkurang sampai level pada tahun 1995.
Orang Amerika meminum rata-rata hampir 200 liter soda per orang pada 1998. Namun tahun kemarin angkanya 'hanya' 167 liter. Penurunan ini tampak lebih jelas pada soda ringan. Angkanya berkurang 6% di tengah kekhawatiran atas hasil studi yang menyebutkan bahwa beberapa pemanis sintetis dapat memicu kanker.
Menurut Keith-Thomas Ayoob, associate profesor klinis di Albert Einstein College of Medicine di AS, ada pergeseran dari persepsi makanan yang diproduksi secara massal dan yang dianggap buatan rumahan, artisan, atau berkelanjutan. "Konsumen ingin merasa mereka melakukan hal yang lebih sehat dan makan dengan lebih sehat," kata Ayoob.
Menurut Sriram Madhusoodanan, penyelenggara kampanye antimakanan cepat saji 'Value [the] Meal' di Corporate Accountability International, semakin banyak orang Amerika menghubungkan antara makanan cepat saji dan soda serta masalah kesehatan jangka panjang seperti obesitas dan diabetes.
Kampanye seperti ini menang melawan industri besar. Pada Desember 2011, pemerintah San Fransisco mengimbau jaringan restoran cepat saji untuk menambahkan lebih banyak makanan rendah gula dan garam untuk anak, seperti buah dan sayur. Hasilnyapun terlihat.
Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS Februari mengumumkan bahwa ada penurunan angka obesitas sebanyak 43% pada anak usia 2-5 tahun pada dasawarsa lalu. Namun menurut Trust for America’s Health, ada masih banyak PR. Lebih dari 2/3 orang dewasa di Amerika mengalami obesitas.
Christopher Gindlesperger dari Asosiasi Minuman Ringan Amerika berpendapat lain. Karena lebih banyak orang meminum soda rendah gula, jumlah gula yang dikonsumsi dari soda turun 40% dalam 10 tahun terakhir.
"Jika Anda melihat data pemerintah, Anda bisa melihat bahwa kalori orang Amerika dari soda hanyalah sebagian kecil dari totalnya. Kami mengajak konsumen membuat pilihan yang tepat bagi mereka," ujar Gindlesperger. Jaringan restoran cepat saji bereaksi terhadap tekanan sosial dan tekanan pasar yang baru ini.
McDonald's sudah mengurangi sebagian kontrolnya terhadap waralaba agar mereka bisa menyesuaikan menu dengan selera konsumen. Tahun lalu Taco Bell menghilangkan menu anak. Perusahaan minuman seperti Coca-Cola dan Pepsipun mengembangkan rangkaian produknya dengan pilihan rendah gula.
Namun, seperti ditulis AFP (09/11/2014), bagi Madhusoodanan, perubahan sebenarnya baru akan terjadi saat McDonald's berhenti menggoda anak-anak dengan mainan untuk menjual 'Happy Meal'.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN