Macaron, Biscotti, dan Ladyfinger Punya Riwayat Pembuatan yang Unik (1)

Macaron, Biscotti, dan Ladyfinger Punya Riwayat Pembuatan yang Unik (1)

- detikFood
Jumat, 28 Nov 2014 08:33 WIB
Macaron, Biscotti, dan Ladyfinger Punya Riwayat Pembuatan yang Unik (1)
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sudah sejak abad pertengahan kue dibuat orang. ​Berbagai bahan berbeda digunakan untuk menyempurnakan kue. Perkembangan jaman pun membuat kue memiliki beragam bentuk, ukuran, rasa dan tekstur.

Tiap kue ​ini memiliki sejarahnya sendiri, bahkan sejak ratusan tahun.​
M​acaron​, chocolate chips cookies dan ​biscotti ternyata punya riwayat pembuatan hingga menjadi bentuk yang populer seperti sekarang.​

1. Biscotti

Foto: Thinkstock
Biscotti disebut juga cantuccini oleh orang Italia. Biasanya biscotti disantap bersama wine atau kopi. Biscotti sudah ada sejak zaman Romawi. Dahulu biscotti menjadi bekal perjalanan jauh dan makanan tentara Romawi. Kue renyah yang dipanggang dua kali ini dapat ditambah kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah. Untuk cara tradisional, biscotti direndam dalam wine manis.

2. Linzer Cookies

Foto: Thinkstock
Linzer cookie dipercaya berasal dari kue tertua di dunia yaitu Linzer torte. Kue kemungkinan ditemukan oleh confectioner asal Wina bernama Linzer. Namun ada yang menyebut juga penemunya pastry chef Franken Johann Konrad Vogel yang mempopulerkan kue tersebut pada abad 19. Linzer cookies diisi dengan selai dan diberi bumbu kayu manis.

3. Macaron

Foto: Thinkstock
Macaron yang dikenal saat ini sedikit berbeda dari macaron asli asal Italia. Awalnya macaron berbentuk kue meringue almond yang renyah di bagian luar dan empuk di dalamnya. Macaron Italia masuk ke Prancis pada tahun 1553. Saat itu pastry chef Italia dari Catherine de Medici tiba di Perancis. Namun macaron mulai terkenal selama Revolusi Prancis saat dua biarawati Carmelite membuat dan menjual macaron cookies untuk pembayaran uang tempat tinggalnya.

Macaron Prancis dengan tekstur ringan dan meleleh di mulut, baru diciptakan pada abad 20 oleh Pierre Desfontaines Laduree. Ia menggabungkan dua meringue macaron dan mengisi bagian tengahnya dengan ganache. Kini macaron hadir dengan berbagai warna dan rasa.

4. Stroopwafel

Foto: Thinkstock
Stroopwafel yang berarti "syrup waffle" pertama kali dibuat di kota Gouda, Belanda pada abad 19. Kue manis ini diciptakan pembuat roti bernama Gerard Kamphuisen. Ia menggunakan remah-remah dari toko roti yang diberi pemanis sirup. Kini stroopwafel dibuat dengan menggabungkan dua waffle tipis berisi sirup atau karamel. Salah satu bagiannya kemudian dicelupkan dalam lelehan cokelat. Biasanya stroopwafel dinikmati bersama kopi, teh atau cokelat. Sebelum dimakan, stroopwafel di taruh di permukaan cangkir minuman hangat. Uap panas dapat melembutkan stroopwafel dan membuat isianya meleleh.

5. Baratfule

Foto: Thinkstock
Baratfule merupakan kue tradisional yang disukai masyarakat Hungaria. Kue berbentuk segitiga ini diberi taburan bread crumbs goreng. Baratfule yang berarti "telinga teman" diciptakan oleh chef Jerman bernama Freund.

Cara pembuatannya adonan dipotong menjadi segitiga kecil kemudian diisi selai dan direbus. Menurut buku European Cookies, Freund awalnya menyebut kue tersebut dengan "Freund's filled pockets."
Halaman 2 dari 6
(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads