Jakarta -
Sejak zaman dahulu, makanan menjadi salah satu simbol dalam ritual pernikahan. Makanan dapat menggambarkan makna positif. Mulai dari telur, jodang hingga kerbau menjadi salah satu jenis makanan spesial saat acara ritual pernikahan berlangsung.
Berikut ini beberapa ritual yang menggunakan bahan makanan sekaligus sebagai ucapan rasa syukur.
1. Betawi
Foto: Wikipedia
|
Ada beberapa makanan yang dapat dijadikan sebagai hantaran saat pernikahan adat Betawi. Sayur besan yang terbuat dari terubuk melambangkan dua keluarga yang menyatu dalam ikatan kekeluargaan lewat perkawinan. Sedangkan roti buaya melambangkan kesabaran dan kesetiaan karena hewan ini selalu setia pada pasangannya.Selain itu, dodol juga digunakan sebagai hantaran wajib karena teksturnya yang lengket menyiratkan harapan pasangan yang akan selalu lengket sampai maut memisahkan.
2. Yogyakarta
Foto: Detikfood
|
Sebelum acara penikahan, acara lamaran perlu membawa beberapa makanan yang terbuat dari beras ketan yang disebut dengan Jodang. Yakni makanan yang berisi rengginang, wajik serta jaddah. Sama seperti adat Betawi, ketan memiliki tekstur yang lengket sehingga diharapkan kelak pengantin dan besan akan tetap lengket atau baik hubungannya.
3. Sunda
Foto: Getty Images
|
Di Jawa Barat, ada beberapa ritual pernikahan dengan menggunakan makanan. Salah satunya adalah nincak endog dengan menggunakan telur. Telur merupakan simbol awal kehidupan, nincak endog memiliki arti menginjak telur. Selain itu ada juga huap lingkung, dimana orangtua menyuapi kedua mempelai dan kedua mempelai saling menyuapi. Simbol ini menandakan suapan terakhir yang dilakukan oleh kedua orangtuanya selanjutnya wajib mencari nafkah sendiri. Berebut atau tarik ayam panggang yang menyimbolkan kenikmatan, rejeki, kebahagiaan dan siapapun yang mendapatkannya harus saling berbagi.
4. Batak
Foto: Getty Images
|
Dalam adat Batak, suatu pernikahan merupakan pengorbanan bagi pengantin wanita karena ia harus berkorban untuk memberi satu nyawa yang masih hidup kepada pengantin pria. Karena itulah pihak pria harus menghargai pengorbanan satu nyawa tersebut dengan menyembelih sapi atau kerbau untuk disantap dalam Ulaon Unjuk atau pesta perkawinan.
(lus/odi)