Ketika Chef Kelana Meracik Hidangan Tradisional Jadi Sajian Modern Penuh Kejutan

Ketika Chef Kelana Meracik Hidangan Tradisional Jadi Sajian Modern Penuh Kejutan

- detikFood
Kamis, 13 Nov 2014 10:44 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Selasa (11/11/2014) malam, Chef Teuku Kelana menjamu beberapa wartawan, blogger kuliner, dan tamu di acara 'Special Oakcasion'. Executive Chef Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta, Bali, ini menyajikan lima macam hidangan Indonesia modern plus amuse-bouche dan praline.

Acara santap malam bertempat di The Gallery Restaurant, Hotel Ciputra Jakarta. Beberapa hidangan dipasangkan dengan wine lokal dari Bali, Sababay. Canape berupa salmon gravlax dengan sambal matah serta beef with mustard menemani segelas koktail yang diedarkan sebelum acara dimulai.

Sepiring amuse-bouche yang disajikan bersama segelas White Velvet Wine resmi membuka santap malam kali ini. Daging ikan tuna diletakkan di atas pangsit goreng yang menumpuk potongan mangga dan saus sambal. Pelengkapnya berupa guacamole dengan taburan kremes ubi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk appetizer, Chef Kelana menggabungkan beberapa makanan Indonesia sekaligus ke dalam satu piring. Ada lumpia, martabak, satai lilit, perkedel, dan dendeng di atas tiga macam saus, yakni saus sambal, saus kacang, dan saus asam Jawa. Chef Kelana juga memberikan irisan sawo dalam hidangan yang dipasangkan dengan wine Moscato d'Bali ini.

"Coba deh martabaknya. Martabak seperti ini belum pernah ada sebelumnya," saran Chef Kelana. Wah, ternyata martabak telur ini diberi kecombrang di dalamnya! Lumpianyapun diberi irisan serai, sedangkan dendengnya berupa irisan daging sapi yang dimasak setengah matang dengan bumbu ketumbar.

Salah satu hidangan yang mencuri perhatian adalah sup yang disajikan di batok kelapa muda. Potongan pisang, udang, belimbing wuluh, daun kunyit, dan irisan pepaya muda berendam dalam kuah air kelapa yang bening dan segar.

"Saya tidak pakai gula maupun garam dalam hidangan ini. Semuanya rasa alami, ciptaan Tuhan," ujar Chef Kelana. Cita rasa segar juga hadir lewat sorbet jeruk nipis beraroma serai yang disajikan untuk menetralkan lidah sebelum masuk ke hidangan utama.

Selanjutnya, ada daging bebek tanpa tulang dengan isi kelapa parut bumbu Bali dan kemangi. Tak lupa, nasi pandan, saus sambal, sambal matah, dan sambal embe juga disajikan. Pink Blossom Wine-pun jadi teman serasinya.

"Biasanya kita makan bebek bumbu Bali ada tulangnya. Itu pembodohan, sebab tulangnya 'kan tidak dimakan," ceplos chef yang pernah menjadi chef tamu di sebuah kompetisi memasak di TV ini.

Makan malam ditutup dengan dessert berpenampilan cantik. Sarikayo khas Minang disajikan a la creme brulee dengan gula pasir berkaramelisasi di atasnya. Jeli mungil isi kelapa muda ditaruh di atas saus nangka dan blueberry, serta es krim moka diletakkan di atas roti tawar yang dipotong bundar.

Kelapa banyak digunakan dalam hidangan-hidangan tersebut karena di Bali banyak kelapa, kata Chef Kelana. Sebelum pulang, para undangan menikmati teh dan kopi dengan praline isi manisan nanas atau isi kurma.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads