Madu dan Susu Paling Sering Dipalsukan di Dunia (1)

Madu dan Susu Paling Sering Dipalsukan di Dunia (1)

- detikFood
Rabu, 05 Nov 2014 13:38 WIB
Madu dan Susu Paling Sering Dipalsukan di Dunia (1)
Foto: Getty Images
Jakarta - Penipuan pada makanan kian marak terjadi di dunia. Beberapa produk makanan dan bahan-bahannya sengaja dipalsukan dengan penambahan bahan kimia tertentu. Ada pula pemalsuan kemasan makanan yang menyesatkan karena penjual ingin meraup untung lebih besar.

Inilah beberapa penipuan makanan dan minuman yang pernah dilakukan di berbagai negara di dunia.

1. Madu

Foto: Getty Images
Sejak berabad-abad madu digunakan sebagai pemanis karena banyak manfaat kesehatan. Namun beberapa madu, terutama dari Asia, diketahui terkontaminasi zat beracun seperti timbal atau bahkan antibiotik. Belum lagi produk madu juga mengandung sirup jagung dengan fruktosa tinggi atau aditif lain menyerupai rasa manis madu.

2. Kopi

Foto: Getty Images
Kopi adalah jenis minuman lain yang mudah dipalsukan. Kopi yang sudah digiling atau diproses menjadi sasaran utamanya. Aditif seperti chicory, roasted corn, malt, caramel, atau glucose termasuk bahan yang dipakai pada beberapa produk kopi. Meski tidak berbahaya, namun penambahan itu membuat perubahan rasa seduhan kopi. Jika punya alatnya, lebih baik membeli biji kopi dan menggilingnya sendiri di rumah.

3. Minyak Zaitun

Foto: Getty Images
Minyak zaitun terkenal sebagai sumber lemak baik. Namun beberapa produk minyak zaitun di supermarket seperti Amerika seringkali labelnya disalahgunakan. Karena produksi minyak zaitun mahal, terkadang diberi minyak lebih murah seperti canola atau minyak jagung. Ada juga banyak kasusΒ  minyak zaitun diberi label "extra-virgin" namun tidak memenuhi standar kualitas internasional untuk jenis tersebut. Meski tidak berbahaya, namun ini menjadi kerugian bagi konsumen.

4. Wine

Foto: Getty Images
Harga wine yang mahal membuatnya banyak dipalsukan. Sebuah skandal sempat terjadi pada pada pertengahan 1985, dimana ditemukan diethylene glycol pada wine asal Austria. Senyawa ini memiliki rasa manis, tanpa bau dan berbentuk cair. Diethylene glycol dapat menjadi racun pada penggunaan tingkat tinggi. Cairan tersebut memiliki bentuk mirip dengan cairan yang banyak ditambahkan pada wine dan makanan lain. Sejak era 80an, tidak ditemukan lagi skala besar wine mengandung senyawa racun itu.

Namun kini kasus pemalsuan wine terjadi ketika wine murah diberi label palsu agar terlihat mahal. Ada juga penambahan jus, pewarna atau rempah lainnya agar wine tampak lebih kompleks. Sebaiknya beli wine dari produsen terpercaya.

5. Saffron

Foto: Getty Images
Saffron merupakan rempah dengan harga mahal. Sekitar 5 persen dari kasus penipuan makanan terjadi pada saffron. Meski tidak berbahaya, rempah yang dijual sebagai saffron murni dapat mengandung bagian lain dari bunga crocus dimana kurang memiliki warna dan aroma dari saffron asli. Sampai-sampai sebuah penelitian di Inggris menunjukkan beberapa produk dengan klaim kualitas terbaik hanya menggunakan 10 persen saffron, sisanya produk dibuat dengan bagian lain bunga yang dicelup pewarna agar terlihat seperti asli.
Halaman 2 dari 6
(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads