Bir ini direproduksi oleh tim ilmuwan di Finlandia dan Belgia yang bekerjasama setelah ditemukannya kapal karam di pulau Aaland, Finlandia tahun 2010. Para penyelam menemukan lima botol bir dan 145 botol champagne yang digadang menjadi champagne tertua di dunia.
βDengan bantuan ilmu kimia modern dan akal, bir ini bisa kembali diproduksi. Hasilnya memberi kami gagasan bagaimana mewahnya rasa bir di awal tahun 1800 an,β tutur Jan Wennstroem, CEO Stallhagen brewery, Finlandia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tantangan terbesar adalah memutuskan apa tipe mikroorganisme yang digunakan untuk membuat tipe bir ini. Kultur ragi yang digunakan bir ini berumur 170 tahun dan tidak mudah untuk diidentfikasi karena sudah terkontaminasi dengan kandungan zat lainnya,β tutur ahli mikrobologi Guido Aerts kepada AFP (03/11/2014).
Bagaimana pun, tim peneliti yakin bir ini adalah kualitas tinggi karena dikirim dengan botol bukan barel kelas ekonomi. Bir yang berhasil diciptakan ternyata mempunyai rasa yang sedikit lebih manis dibanding bir modern dengan kandungan alkohol 4,5 persen.
Stallhagen brewery telah memproduksi 120.000 botol bir dengan nama Stallhagen 1843. Produsen bir tersebut juga menawarkan edisi spesial sebanyak 1000 botol. Pada bulan September, botol pertama berhasil dilelang dengan harga $1000 atau Rp 12.128.000.
Jan Wennstroem mengakui uang itu sebagian akan dialokasikan untuk penelitian kapal karam tersebut dan sisanya akan diberikan pada proyek publik. Kapal karam ini secara legal dimiliki oleh pihak berwajib di pulau Aaland.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN