Bir Umur 170 Tahun Diracik Kembali oleh Produsen Bir Finlandia

Bir Umur 170 Tahun Diracik Kembali oleh Produsen Bir Finlandia

- detikFood
Selasa, 04 Nov 2014 13:17 WIB
Foto: Thinkstock/ AFP
Jakarta - Sebuah produsen bir di Finlandia memberikan kesempatan masyarakat untuk mencicipi bir yang diproduksi 170 tahun lalu. Selama lebih dari empat tahun, tim ilmuwan menghidupkan kembali bir yang ditemukan dalam kapal karam di lautan Baltic.

Bir ini direproduksi oleh tim ilmuwan di Finlandia dan Belgia yang bekerjasama setelah ditemukannya kapal karam di pulau Aaland, Finlandia tahun 2010. Para penyelam menemukan lima botol bir dan 145 botol champagne yang digadang menjadi champagne tertua di dunia.

β€œDengan bantuan ilmu kimia modern dan akal, bir ini bisa kembali diproduksi. Hasilnya memberi kami gagasan bagaimana mewahnya rasa bir di awal tahun 1800 an,” tutur Jan Wennstroem, CEO Stallhagen brewery, Finlandia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Periode dan asal bir ini dibuat sampai saat ini masih tanda tanya, kapal ini diperkirakan karam pada tahun 1840an tapi tak ada yang tahu nama dan asal kapal ini. Teknisi di VTT Technical Research Centre, Espoo, Finlandia menyimpulkan bir ini kemungkinan dibuat di Belgia. Tim Belgia dari University of Louvain ikut berpartisipasi untuk mencari bahan utama dan lamanya bir dibuat.

"Tantangan terbesar adalah memutuskan apa tipe mikroorganisme yang digunakan untuk membuat tipe bir ini. Kultur ragi yang digunakan bir ini berumur 170 tahun dan tidak mudah untuk diidentfikasi karena sudah terkontaminasi dengan kandungan zat lainnya,” tutur ahli mikrobologi Guido Aerts kepada AFP (03/11/2014).

Bagaimana pun, tim peneliti yakin bir ini adalah kualitas tinggi karena dikirim dengan botol bukan barel kelas ekonomi. Bir yang berhasil diciptakan ternyata mempunyai rasa yang sedikit lebih manis dibanding bir modern dengan kandungan alkohol 4,5 persen.

Stallhagen brewery telah memproduksi 120.000 botol bir dengan nama Stallhagen 1843. Produsen bir tersebut juga menawarkan edisi spesial sebanyak 1000 botol. Pada bulan September, botol pertama berhasil dilelang dengan harga $1000 atau Rp 12.128.000.

Jan Wennstroem mengakui uang itu sebagian akan dialokasikan untuk penelitian kapal karam tersebut dan sisanya akan diberikan pada proyek publik. Kapal karam ini secara legal dimiliki oleh pihak berwajib di pulau Aaland.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads