Β
Bertempat di Grand Hyatt Jakarta pada Kamis (30/10/2014), para undangan disuguhi sajian pembuka berupa 'Chicken Parfait, Bitter Chocolate Baklava, Coffee, Figs, Pickled Onion, and Pumpkin Seeds'. Para undangan juga bisa melihat aksi Calombaris saat menyiapkan hidangan selanjutnya, yakni 'Green Greek Salad, Crab, and Lobster'.
Β
Demo masak ini berlangsung interaktif karena Calombaris mengajak salah satu undangan ke atas panggung untuk membantunya membuat hidangan. Asparagus, kale, edamame, keju feta, potongan daging lobster, dan minyak zaitunpun diolah menjadi salad lezat.
Β
Hidangan berikutnya juga disiapkan di atas panggung oleh Calombaris. Kali ini, ia membuat 'Poached Chicken, Miso Hummus, and Green Mango Salad'. Racikan hidangannya menunjukkan kepiawaiannya memadukan kuliner dari beragam negara. Seperti Yunani, Timur Tengah, Thailand dan Jepang menjadi sajian penuh rasa dan tekstur.
Β
Dua orang undangan berhasil memenangkan buku resep bertanda tangan Calombaris karena memenangkan kontes foto Instagram. Calombarispun mendatangi setiap meja untuk mengobrol dan berfoto bersama para undangan.
Β
Dengan dimulainya MasterChef Australia Season 6, berarti Calombaris telah menjadi juri kompetisi memasak di TV ini selama enam tahun berturut-turut.
Β
"Suatu kehormatan besar bisa kembali menjadi juri MasterChef Australia. Saya beruntung, selain bisa mencicipi makanan enak dan bertemu banyak orang, juga bisa memengaruhi kehidupan orang lain," tutur pria 36 tahun ini.
Terkadang Calombaris dan juri lainnya tampak keras kepada para kontestan. Ternyata, hal ini sengaja mereka lakukan demi mempersiapkan peserta sebaik mungkin, sehingga mereka bisa menjadi juru masak hebat kelak, jauh dari para mentornya.
"Kalau mereka tak bisa berada di bawah tekanan, bagaimana mereka bisa sukses? Mau melakukan apa mereka nantinya di dunia nyata?" kata Calombaris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa dan bagaimana Anda melakukan sesuatu, bagaimana Anda memengaruhi orang di sekitar Anda... Apakah orang-orang mau menonton acara Anda dan datang ke restoran Anda," jelas Calombaris.
Menurut Calombaris, chef hebat tak selalu lulusan sekolah kuliner. "Contohnya Heston Blumenthal yang belajar secara otodidak. Ia bisa jadi chef hebat karena bekerja keras," kata Calombaris.
Meski pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 40 Chef Top Paling Berpengaruh di Dunia, Calombaris mengaku tak punya rencana maupun mimpi khusus. "Bagi saya, tak perlu membuat terlalu banyak rencana. Jalani saja apa yang ada saat ini," ujarnya.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN