Menurut www.news.discovery.com minyak jelantah ternyata tengah diteliti dan dikembangkan untuk menjadi bahan bakar pesawat bekerjasama dengan pemerintah Tiongkok.
Tingginya populasi di Tiongkok mendorong beragam inovasi. Salah satu perusahaan penerbangan besar, Boeing menjalin kerjasama dengan perusahaan penerbangan lokal Tiongkok yaitu Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC). Kerjasama ini dilakukan dalam rangka mendaur ulang minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun masih memiliki kadar CO2, biofuel hasil konversi minyak jelantah ini mampu mengurangi tingkat emisi CO2 mulai 50-80 persen dibanding dengan cadangan minyak mentah yang pernah ada di bumi. Kelak biofuel diharapkan bisa menjadi pemeran utama dalam pertumbuhan industri penerbangan .
Menurut rilis resmi BOEING, mereka tengah membangun sebuah proyek. Fasilitas dan proyek yang dinamai China-U.S. Aviation Biofuel Pilot Project didesain untuk membersihkan kontaminasi limbah minyak. Proyek ini mampu memproduksi 170 galon bahan bakan pesawat perhari bahkan 500 juta galon per tahun.
“Kami kembali melanjutkan kerjasama dengan Boeing untuk konservasi energi dan pengurangan emisi dan juga untuk mempromosikan pembangunan industri penerbangan,” papar Dr. Guangju Wang, Wakil Presiden COMAC.
Boeing-COMAC Aviation Energy Conservation and Emissions Reductions Technology Center di Beijing bekerja sama dengan beberapa universitas dan institusi penelitian Tiongkok untuk memperbaiki daya guna hasil industri penerbangan.
Tujuan utama proyek ini untuk menilai kelayakan teknis dan biaya produksi biofuel dalam jumlah besar.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN