Tiongkok akan Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Bahan Bakar Pesawat

Tiongkok akan Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Bahan Bakar Pesawat

- detikFood
Rabu, 29 Okt 2014 15:07 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Setelah dua hingga tiga kali dipakai, umumnya minyak goreng dibuang. Minyak bekas pakai atau “minyak jelantah” ini kini mulai dilirik sebagai bahan bakar pesawat.

Menurut www.news.discovery.com minyak jelantah ternyata tengah diteliti dan dikembangkan untuk menjadi bahan bakar pesawat bekerjasama dengan pemerintah Tiongkok.

Tingginya populasi di Tiongkok mendorong beragam inovasi. Salah satu perusahaan penerbangan besar, Boeing menjalin kerjasama dengan perusahaan penerbangan lokal Tiongkok yaitu Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC). Kerjasama ini dilakukan dalam rangka mendaur ulang minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baru-baru ini mereka mendemonstrasikan inovasi yang bisa mengonversi minyak jelantah menjadi bahan bakar bio (biofuel) berkelanjutan. Dalam paparan The Boeing Current Market Outlook, bahan bakar ini dipakai untuk memenuhi 6000 pesawat baru di Tiongkok yang baru akan dibuat pada tahun 2033.

Walaupun masih memiliki kadar CO2, biofuel hasil konversi minyak jelantah ini mampu mengurangi tingkat emisi CO2 mulai 50-80 persen dibanding dengan cadangan minyak mentah yang pernah ada di bumi. Kelak biofuel diharapkan bisa menjadi pemeran utama dalam pertumbuhan industri penerbangan .

Menurut rilis resmi BOEING, mereka tengah membangun sebuah proyek. Fasilitas dan proyek yang dinamai China-U.S. Aviation Biofuel Pilot Project didesain untuk membersihkan kontaminasi limbah minyak. Proyek ini mampu memproduksi 170 galon bahan bakan pesawat perhari bahkan 500 juta galon per tahun.

“Kami kembali melanjutkan kerjasama dengan Boeing untuk konservasi energi dan pengurangan emisi dan juga untuk mempromosikan pembangunan industri penerbangan,” papar Dr. Guangju Wang, Wakil Presiden COMAC.

Boeing-COMAC Aviation Energy Conservation and Emissions Reductions Technology Center di Beijing bekerja sama dengan beberapa universitas dan institusi penelitian Tiongkok untuk memperbaiki daya guna hasil industri penerbangan.

Tujuan utama proyek ini untuk menilai kelayakan teknis dan biaya produksi biofuel dalam jumlah besar.

(msa/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads