Amankah Mengonsumsi Roti dan Kacang yang Mulai Berjamur?

Amankah Mengonsumsi Roti dan Kacang yang Mulai Berjamur?

- detikFood
Kamis, 23 Okt 2014 12:31 WIB
Amankah Mengonsumsi Roti dan Kacang yang Mulai Berjamur?
Foto: Getty Images
Jakarta - Keluarga di Inggris membuang sisa makanan hingga 7,5 ton per tahun. Salah satu sebabnya karena makanan lewat tanggal kadaluarsa. Sebenarnya, apakah makanan lewat kadaluarsa aman dikonsumsi?
Β 
Beragam jenis makanan olahan dan segar diberi label 'best before' dan 'sell by'. Sebelum memutuskan membuang atau mengolahnya, cobalah perhatikan beberapa hal ini.

1. Mengolah keju dan roti yang mulai berjamur

Foto: Getty Images
Jika jamur hanya ada di permukaan atau pinggiran keju, cukup iris dan buang bagian yang berjamur saja. Bagian keju yang lain tentu masih aman untuk dikonsumsi. Namun harus diperhatikan tekstur keju yang berjamur.
Β 
Jamur pada keju tidak hanya terdiri dari jamur (fungi) yang tidak diinginkan saja. Bakteri berbahaya seperti listeria dan salmonella harus diwaspadai. Demikian juga pada roti, jika sudah terdapat bintik hitam di permukaan roti, lebih baik segera dibuang. Jangan lupa, bila Anda membeli sepotong besar roti, potong setengahnya dan simpan dalam lemari es. Selain lebih awet, jika dipanggang lebih enak rasanya.

2. Sayuran dan buah mulai berlendir

Foto: Getty Images
Sayuran yang mulai berlendir disarankan untuk tidak dikonsumsi lagi. Bakteri yang sudah membentuk koloni pada permukaan sayur yang berlendir justru akan membahayakan kesehatan.
Β 
Buah cenderung lebih tahan lama dibanding sayuran. Hal ini karena buah mengandung asam yang menjaganya dari bakteri berbahaya. Hindari konsumsi apel yang terdapat tusukan di permukaannya. Tusukan tersebut menjadi jalan masuk bakteri dan jamur.

3. Kacang mulai berjamur

Foto: Getty Images
Kacang yang berjamur mengandung kumpulan jamur aspergillus flanes. Jika dikonsumsi, jamur tersebut akan berubah menjadi toksin paling berbahaya karena bisa menyebabkan kanker liver. Periksa dahulu kulit kacang hingga bagian dalam kacang sebelum mengkonsumsinya.

4. Nasi, pasta, dan kentang yang dihangatkan lagi

Foto: Getty Images
Makanan yang mengandung tepung seperti nasi, pasta, dan kentang justru lebih bagus setelah dihangatkan. Karena makanan bertepung yang didinginkan akan mengalami perubahan struktur kimiawi sehingga sifatnya akan menentang enzim dalam pencernaan dan merusak kadar karbohidrat.
Β 
Penurunan kadar karbohidrat sangat baik untuk yang sedang diet. Bahkan pasta yang sudah dingin lalu dihangatkan menghasilkan 50% kadar glukosa yang lebih rendah dibanding pasta yang baru matang.
Β 
Khusus untuk nasi dan kentang, hindari penyimpanan di suhu kamar dalam jangka waktu lama. Lebih baik simpan di lemari es dan tanak kembali.
Halaman 2 dari 5
(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads