Inilah Efek Memakan Permen atau Kue Mengandung Ganja

- detikFood Minggu, 19 Okt 2014 09:11 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Di Colorado, Amerika Serikat, ganja adalah barang legal. Mariyuana dicampurkan ke dalam berbagai macam makanan, mulai dari brownies, kue kering, selai, permen, sampai sushi. Ternyata, efek kudapan ganja bisa jadi lebih mengerikan daripada rokoknya!

Colorado adalah tempat pertama di dunia yang melegalkan kepemilikan, penggunaan, produksi, distribusi, dan budidaya ganja. Sejak 2012, negara bagian ini memperbolehkan pemakaian ganja untuk pengobatan (untuk pasien kanker, AIDS, dll) dan rekreasi (penggunaan pribadi untuk orang dewasa).

Kelihatannya makanan yang mengandung ganja memiliki efek yang tak seberbahaya rokok ganja. Memang, dampak tetrahidrokanabinol (THC), bahan psikoaktif ganja, baru terasa lama setelah mengonsumsi makanan mengandung mariyuana.

Namun, karena tak langsung terasa, orang jadi mengonsumsi makanan tersebut lebih banyak. Merekapun mengalami efek samping serius. "Kalau Anda merokok ganja, otak langsung merasa. Jadi efeknya mulai dengan sangat cepat.

"Berbeda dengan makanan mengandung ganja, Anda tak langsung merasakannya sampai 1-2 jam. Tiga jam kemudian, Anda mulai merasakan hasilnya. Mulainya lebih lambat dan terasanya lebih lama," jelas Paula Riggs, direktur divisi ketergantungan zat terlarang di University of Colorado School of Medicine.

Hal ini dirasakan Maureen Dowd, kolumnis New York Times. Lewat tulisannya pada Juni lalu, ia bercerita bahwa ia berhalusinasi selama delapan jam setelah memakan cokelat karamel yang mengandung ganja. "Saya haus tapi tak bisa bergerak mengambil air, atau bahkan mematikan lampu. Saya terengah-engah dan paranoid," katanya.

Setidaknya sudah ada dua kasus kematian yang dilaporkan usai mengonsumsi makanan mengandung ganja. Maret lalu, seorang mahasiswa asing berusia 19 tahun jatuh dari balkon dan tewas setelah memakan cookies berganja. Sebulan kemudian, seorang pria yang memakan permen mengandung ganja menembak mati istrinya.

Terinspirasi dari pengalaman Dowd, kelompok advokasi ganja Marijuana Policy Project melakukan kampanye agar orang dewasa di daerah yang melegalkan ganja mengonsumsi mariyuana dengan bijak.

Salah satunya lewat papan reklame bertuliskan "Jangan biarkan sebatang cokelat merusak liburan Anda. Konsumsi makanan berganja sedikit dan perlahan saja."

"Masalahnya orang-orang tak diberi edukasi mengenai efek ganja dan produk ganja sebenarnya. Mereka cuma diberi tahu jangan menggunakannya, mereka bodoh jika memakainya. Edukasi seperti itu tak bermanfaat.

"Kami tidak mau orang dewasa mengonsumsi ganja berlebihan, seperti kita tidak ingin orang mengonsumsi alkohol terlalu banyak," jelas Mason Tvert, juru bicara Marijuana Policy Project, kepada CNN (18/09/2014).

Pemerintah Colorado sedang merumuskan peraturan yang lebih ketat bagi produsen makanan mengandung ganja. Di antaranya label yang lebih jelas dan membatasi hanya satu dosis (10 mg) THC per kemasan makanan. Saat ini, toko yang menyediakan ganja menjual produk ganja rekreasi yang mengandung hingga 100 mg THC dalam sebungkus cokelat.

(fit/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com