Gara-gara Kentang dan Keju Negara-Negara Ini Berseteru (2)

Gara-gara Kentang dan Keju Negara-Negara Ini Berseteru (2)

- detikFood
Jumat, 03 Okt 2014 13:03 WIB
Gara-gara Kentang dan Keju Negara-Negara Ini Berseteru (2)
Foto: Getty Images
Jakarta - Hubungan diplomatik antar negara bisa terganggu karena suatu jenis makanan. Seperti perdebatan soal hak milik rendang antara Malaysia dan Indonesia. Umumnya soal asal muasal dan nama makanan. Urusan inipun bisa bertahun-tahun tak selesai.

Setelah kentang dan hummus, kimchi dan kejupun memicu perselisihan negara. Seperti yang terjadi pada makanan ini.

5. Yunani dan Uni Eropa: Keju Feta

Foto: Getty Images
Perdebatan asal keju feta telah berlangsung di antara negara-negara Eropa selama hampir 20 tahun. Penamaan keju ini sampai ke pengadilan karena Yunani ingin feta menjadi produk nasional resmi dan memiliki penggunaan eksklusif untuk label feta. Denmark dan Bulgaria termasuk negara yang mengklaim feta.

Pemerintah Denmark dan Jerman juga berpendapat bahwa feta adalah sebutan generik dan tidak berhubungan dengan area geografis tertentu. Setelah berdebat selama beberapa tahun, pengadilan Uni Eropa menetapkan feta sebagai produk asli Yunani pada Oktober 2002. Pada tahun 2005, keputusan pengadilan memberi hak monopoli Yunani. Sehingga keju feta harus diproduksi dengan cara tradisional di suatu wilayah Yunani.

6. Korea Selatan dan Jepang: Kimchi

Foto: Getty Images
Korea dan Jepang berselisih tentang kimchi pada tahun 1996. Saat itu Jepang mengusulkan pembuatan 'kimuchi' asal Jepang sebagai makanan resmi Olimpiade Atlanta. Versi ini disesuaikan dengan lidah orang Jepang. Sehingga rasanya tidak terlalu pedas dan memakai bahan aditif buatan.

Korea pun bereaksi dengan mengajukan petisi kepada World Health Organization dan Codex Alimentarius Food and Agriculture Organization untuk menetapkan standar internasional kimchi. Jepang mengklaim bahwa Korea tidak memiliki monopoli terhadap kimchi. Padahal kimchi telah lama dianggap sebagai simbol nasional Korea.

7. Slovenia dan Austria: Sosis Babi

Foto: Getty Images
Perdebatan terjadi antara makanan Slovenia bernama 'Kranjska klobasa' dan 'krainerwurst' asal Austria. Sajian ini terbuat dari daging babi cincang dengan bumbu bawang putih dan merica. Pertikaian diplomatik muncul saat Slovenia berusaha mendapatkan status proteksi khusus Uni Eropa (Protected Geographical Indication) untuk sosis itu. Sebab sosis ini diklaim berasal dari wilayah Kranjska di utara Slovenia pada abad 19.Β 

Austria pun berargumen bahwa sosis tersebut pertama kali diproduksi di Austria dengan nama kaesekrainer. Austria Chamber of Commerce, Patent Office dan Kementerian pun menuntut Slovenia. Austria dan Slovenia akhirnya mengakhiri konflik pada Juni 2012 dengan saling menerima produk masing-masing. Slovenia mendaftarkan produknya dalam protected designation of origin Uni Eropa. Namun mereka setuju produsen Austria dapat tetap menjual versi lain menggunakan nama dalam bahasa Jerman.

8. Kroasia dan Italia: Wine

Foto: daily.tportal.hr
Sejak bergabung dengan Uni Eropa, Kroasia terpaksa melepaskan wine tradisionalnya karena mirip dengan wine Italia. Wine Prosek milik Kroasia dianggap mirip nama wine Prosecco asal Italia, sehingga dikhawatirkan dapat membingungkan masyarakat.

Banyak warga Kroasia kesal akan larangan itu karena Prosek adalah wine manis tanpa buih sedangkan Prosecco merupakan sparkling wine. Meski Italia masuk lebih dulu dalam Uni Eropa, namun Prosek disebut-sebut sudah ada sejak ribuan tahun lalu sebelum Prosecco dibuat.
Halaman 2 dari 5
(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads