2.000 Tawon Parasit Akan Serang Indonesia untuk Selamatkan Singkong

- detikFood Kamis, 25 Sep 2014 06:02 WIB
Foto: Wikispaces Foto: Wikispaces
Jakarta - Indonesia akan 'diserang' 2.000 ekor tawon Apoanagyrus lopezi! Ternyata, tawon parasit berukuran 2 mm ini jauh-jauh dibawa dari Amerika Tengah untuk dilepas di Indonesia demi menyelamatkan tanaman singkong dari hama.

Tawon parasit bekerja dengan menelurkan larva yang memakan serangga dari dalam lalu membuat mereka menjadi mumi. Sebagai parasit, tawon tersebut memakan hama untuk bertahan hidup.

Hama yang dimaksud adalah Phenacoccus manihoti, kutu berwarna pink yang menyerang tanaman singkong dan menjadi salah satu hama tanaman paling merusak di dunia. Baik kutu maupun singkong, keduanya berasal dari Amerika Selatan.

Kemungkinan kutu singkong terbawa ke Afrika dan Asia dengan menempel pada singkong yang dikirimkan ke berbagai negara dan benua. Hama tersebutpun hidup dengan aman di lingkungan barunya tanpa ancaman berarti.

Ilmuwan dari Pusat Pertanian Tropis Internasional (CIAT) di Kolombia, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Organisasi Pertanian dan Pangan (FAO) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut tawon-tawon tersebut sebagai 'tim SWAT ramah lingkungan'. Ketiganya menekankan bahwa serangga ini tak berbahaya bagi manusia maupun hewan.

Tawon parasit pertama-tama dilepas di lapangan tertutup di pinggiran Jakarta pada Rabu (24/09/2014) siang. Mereka dibiarkan berkembang biak secara alami dan diamati di kondisi lokal sebelum dilepas di lahan terbuka.

Indonesia adalah salah satu produsen singkong terbesar di dunia. Setiap tahun, petani menanami sekitar satu hektar lahan dengan tanaman ini. Di sini singkong menjadi makanan pokok kedua terbanyak dikonsumsi setelah nasi.

Kutu singkong bisa mengurangi hasil panen singkong hingga 84%. Hama ini pertama kali dilaporkan sebagai masalah besar di Asia di Thailand pada 2008. Kutu singkong juga ditemukan di negara-negara Asia Tenggara lain seperti Kamboja, Laos, dan Vietnam.

Meski area yang terserang kutu singkong di Indonesia masih rendah, para ilmuwan percaya bahwa hama ini bisa menyebar cepat jika tidak ditanggulangi, seperti di Thailand. Di Negeri Gajah Putih, tawon parasit sukses mengatasi masalah tersebut.

Pada tahun 1980-an, sejumlah besar tawon parasit yang dilepaskan dari udara ke daerah sub-Sahara Afrika disebut-sebut menyelamatkan industri singkong setempat dari potensi kerugian senilai $20 miliar.

"Jika kita tidak bertindak sekarang, ini akan menjadi pukulan besar bagi industri singkong Indonesia dan jutaan petani yang bergantung pada tanaman ini untuk pendapatan mereka," kata Aunu Rauf, ahli ilmu serangga dari IPB, kepada AFP (24/09/2014). (fit/odi)