Death Row Dinners merupakan restoran yang akan dibuka selama sebulan pada 24 Oktober sampai 29 November di The Penitentiary, Hoxton Square, London timur.
Restoran ini menjanjikan replika makanan serupa makanan tahanan. Dengan biaya 50 pound (Rp 979.000), pengunjung dapat mencicipi 5 hidangan yang dibuat chef "penjara" dinikmati bersama 80 orang "tahanan" lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contohnya pada salah satu foto tahanan tertulis burger, 2 hard boiled eggs, baked potato, 3 shots jack daniels, dan coffee. Di antara kumpulan gambar tahanan tersebut ada tulisan "Eat like it's your last meal on earth" dan "What would your last meal be?"
Kemunculan Death Row Dinners membuat pengguna internet naik pitam. Salah seorang pengguna Twitter menganggap konsep itu cukup mengerikan. Ada juga yang mengatakan restoran telah memakai orang yang hendak dibunuh negara sebagai properti.
Seperti komentar di Twitter ini: "Halo @DeathRowDinners saya ingin pengalaman "hukuman mati" sepenuhnya tetapi tanpa proses pengadilan, penjara, kematian atau penghinaan. Dapatkah Anda melakukannya?"
Adanya kontroversi membuat restoran yang dibuka menjelang Halloween tersebut kemungkinan akan dibatalkan.
"Kami terkejut dan sedih dengan respon untuk Death Row Dinners dan kami benar-benar menyesal untuk pelanggaran yang terjadi. Pop up ini dibuat untuk mengeksplorasi konsep dari makanan terakhir. Siapa saja yang pernah berkunjung ke sebuah pesta makan malam mungkin melakukan percakapan tentang ini - apa yang mereka inginkan untuk menjadi makanan terakhirnya," tulis pihak Death Row Dinners dalam pernyataan di situs www.deathrowdinners.club (16/09/2014).
Foto-foto tahanan dalam situsnya kini sudah dihapus. Pemilik Death Row Dinners yang tak diketahui namanya masih memikirkan langkah selanjutnya dan memberitahu semua orang tentang keputusannya.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN