Pameran Buku Frankfurt (Frankfurter Buchmesse) di Jerman tahun depan akan menampilkan Indonesia sebagai tamu kehormatan. Inilah pertama kalinya ajang penjualan dan pembelian hak intelektual terbesar di dunia tersebut menampilkan wakil dari ASEAN.
Di Pameran Buku Frankfurt, negara yang menjadi tamu kehormatan selalu memperkenalkan hidangan khas mereka di Gourmet Gallery. Begitu pula dengan Indonesia yang diwakilkan tiga chef ternama yakni William Wongso, Petty Elliott, dan Sandra Djohan.
"Saya senang Indonesia akan menampilkan kulinernya yang luar biasa namun tak banyak diketahui pada Gourmet Gallery 2014. Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat umum memiliki gambaran untuk acara yang lebih besar di 2015," kata Claudia Kaiser, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Pameran Buku Frankfurt.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pula dengan kuliner Indonesia. Di Jerman, menurut Kaiser, nyaris tak ada restoran Indonesia. "Mungkin ada satu di Berlin, Hamburg... Di Frankfurt dulu ada, tapi sekarang sudah tutup," katanya.
Gourmet Gallery terletak di salah satu aula yang paling sering dikunjungi di Pameran Buku Frankfurt. Karena itu, ini bisa jadi kesempatan besar bagi Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan kulinernya di panggung global.
"Meski menjadi salah satu negara terbesar di dunia, kuliner Indonesia masih belum banyak dikenal. Ironis, karena kekayaan rempah kita banyak dicari di masa lampau. Menurut saya, inilah waktu yang tepat untuk memperkenalkan kuliner Indonesia modern," kata Petty.
Terpilihnya Indonesia sebagai tamu kehormatan Pameran Buku Frankfurt 2015 adalah buah lobi tanpa henti John H. McGlynn, ketua sekaligus anggota Dewan Pengawas Yayasan Lontar, dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).
"Awalnya, kuliner ASEAN yang akan ditampilkan di ajang tersebut, namun tidak jadi. Pada 2004, sajian Melayu dari Malaysia, Brunei, dan Indonesia diajukan, namun ditolak karena kurang fokus. Akhirnya, pihak Jerman tertarik mengangkat Indonesia saja," jelas McGlynn kepada Detikfood.
Menurut McGlynn, seperti sastra Indonesia, variasi hidangan Indonesia yang luar biasa memperlihatkan lingkungan sosial tempat lahirnya. "Budaya Indonesia yang sangat beragam tercermin dalam kekayaan kulinernya," tutup McGlynn. (fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN