Badan Keamanan Pangan Korea Berikan Pedoman Asupan Makanan Saat Libur Chuseok

Badan Keamanan Pangan Korea Berikan Pedoman Asupan Makanan Saat Libur Chuseok

- detikFood
Senin, 08 Sep 2014 18:25 WIB
Foto: gettyimages / mskingkate
Jakarta - Tingkat obesitas di Korea Selatan mungkin salah satu yang terendah di negara maju. Namun pemerintah Korea tetap khawatir dengan banyaknya asupan kalori saat perayan chuseok.

Meski Chuseok atau festival pertengahan musim gugur jatuh hari ini (08/09), namun libur berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Masyarakat Korea akan berkumpul bersama keluarga dan menikmati berbagai sajian saat libur nasional tersebut.

Badan keamanan pangan Korea Selatan Rabu lalu (03/09) mengeluarkan pedoman khusus untuk asupan kalori selama libur Chuseok. Pedoman dikeluarkan karena kebanyakan masyarakat cenderung sedikit berolahraga dan makan lebih banyak selama Chuseok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Liburan tradisional dapat menyebabkan makan berlebih karena banyaknya hidangan yang disajikan," sebut pihak Ministry of Food and Drug Safety Korea pada sebuah pernyataan, seperti dilansir dari The Wall Street Journal (08/09/2014).

Diantara saran yang dibuat badan keamanan pangan adalah memaksimalkan penggunaan bahan makanan ringan seperti tahu dan jamur. Selain itu memanaskan makanan sebaiknya dilakukan menggunakan oven microwave dibanding panci yang diberi minyak.

Pedoman juga menyebutkan bahwa masyarakat harus berhati-hati dengan songpyeon. Kue beras berbentuk bulan separuh ini menjadi ciri khas dari Chuseok. Songpyeon memiliki beragam isian mulai dari wijen hingga pasta kacang merah. Menurut badan keamanan pangan, empat buah songpyeon mengandung hampir 200 kalori yang setara dengan dua buah biskuit Oreo.

Selain itu, dalam pedoman badan keamanan pangan terdapat berbagai nilai gizi untuk 79 menu makanan tradisional Korea. Namun ini tidak termasuk makanan kemasan Spam, yang menjadi hadiah populer saat berkunjung pada keluarga.

Chuseok sendiri jatuh pada hari ke-15 bulan delapan penanggalan lunar. Tradisi Konfusianisme di Korea Selatan ini menjadi bentuk penghormatan pada leluhur. Sebuah meja altar disiapkan pada hari Chuseok dengan beragam jenis makanan yang dianggap menjadi konsumsi roh nenek moyang.

(lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads