Sumpit Pintar dari Tiongkok Ini Bisa Deteksi Pemakaian Minyak Daur Ulang

Sumpit Pintar dari Tiongkok Ini Bisa Deteksi Pemakaian Minyak Daur Ulang

- detikFood
Sabtu, 06 Sep 2014 12:15 WIB
Foto: wallstreetjournal // thenanfang
Jakarta -

Di Tiongkok masalah keamanan menjadi hal yang serius. Seperti pemakaian minyak daur ulang yang illegal. Untuk menanggulangi masalah tersebut, kini perangkat sumpit pintar sedang dikembangkan situs pencarian terbesar Tiongkok, Baidu.

Masalah miinyak daur ulang (gutter oil) mendapat perhatian khusus. Karena minyak goreng ilegal ini dibuat dengan pengolahan ulang limbah minyak atau pengerukan sisa minyak restoran. Minyak lalu dipasarkan dalam bentuk seperti baru dan dipakai oleh pedagang kaki lima. Sumpit pintar yang disebut Kuaisou dalam bahasa Tiongkok itu dapat memberi informasi pada konsumen mengenai tingkat kontaminasi pada air dan minyak.

Sumpit ini bentuknya seperti sumpit biasa teta[i dilengkapi sensor berteknologi tinggi. Sumpit dapat melaporkan nilai gizi, mengukur tingkat keasaman (pH), mendeteksi suhu dan kelayakan bahan makanan untuk dikonsumsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemakaian sumpit ini terhubung dengan aplikasi smartphone. Karenanya dalam beberapa detik hasil temuan sumpit dapat dilihat melalui smartphone.

"Di masa depan, melalui Baidu Kuaisou, Anda dapat melihat keaslian minyak, air dan makanan lainnya. Apakah makanan tersebut sudah busuk dan bagaimana kandungan gizinya," tutur Robin Li, CEO Baidu, seperti dilansir dari Wall Street Journal (03/09/2014).

Tahapan terbaru dari pengembangan Kuaisou diungkapkan Rabu (03/09). Sebuah video yang dirilis Baidu menunjukkan seorang pengguna memakai sumpit elektronik dalam tiga gelas minyak goreng berbeda.

Saat sumpit dicelupkan dalam minyak zaitun, smartphone akan menampilkan tanda "baik". Sedangkan saat sumpit dimasukkan dalam minyak daur ulang, muncul tanda "buruk" pada smartphone. Ketika sumpit digunakan untuk menjepit gorengan populer Tiongkok, muncul tanda merah yang menunjukkan adanya jejak minyak daur ulang.

Sumpit berkedip warna merah apabila minyak goreng memiliki tingkat total polar material (TPM) lebih tinggi dari 25 persen. TPM menjadi indikator kesegaran minyak tersebut. Bila minyak masih segar maka tanda yang muncul berwarna biru.

Penggunan Baidu memuji inovasi sumpit tersebut. Namun ada yang menganggap barang itu tidak dibutuhkan. Mereka khawatir penggunaan sumpit malah membuat masyarakat tidak bisa menikmati makanan.

"Jika saya membawa sumpit ini kemana-mana, saya pikir saya akan mati kelaparan," tulis salah seorang pengguna Baidu, seperti dilansir dari AFP (04/09/2014).

Pihak Baidu sendiri belum dapat memastikan apakah Kuaisou akan diproduksi massal. Sejauh ini Baidu baru membuat prototipe dalam jumlah terbatas.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads