Pelanggan Terus Menurun, Restoran Daging Anjing Tertua di Korea Selatan Ditutup

Pelanggan Terus Menurun, Restoran Daging Anjing Tertua di Korea Selatan Ditutup

- detikFood
Selasa, 02 Sep 2014 06:10 WIB
Foto: Associate Press
Jakarta - Setelah 33 tahun beroperasi, kini restoran populer di Korea Selatan yang menjual boshintang (sup daging anjing) ditutup. Restoran Daegyo di Seoul sering dikunjungi oleh turis, penduduk lokal hingga mantan presiden Korea Selatan.

Penurunan konsumsi daging anjing di Korea membuat Daegyo yang sudah hadir sejak 1981 akhirnya gulung tikar. Pemilik restoran, Oh Keum Il, menyajikan mangkuk terakhir boshintang pada Jum'at (29/08/2014) lalu.

Ia memilih menutupnya setelah menghadapi maraknya perdagangan daging anjing yang dikhawatirkan tidak legal atau secara eksplisit dilarang oleh hukum Korea Selatan. Sebab kontroversi mengenai konsumsi anjing semakin marak di Korea.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musim panas menjadi puncak dari kemunculan polemik itu. Saat tiga hari paling panas dalam setahun banyak masyarakat Korea yang mengantri untuk semangkuk boshintang. Mereka percaya sajian itu dapat memberi kekuatan mengalahkan hawa panas. Aktivis pembela hak hewan biasanya protes di sekitar restoran Daegyo agar konsumsi anjing tidak berlanjut.

Menurut Oh Keum Il, penutupan juga dikaitkan dengan kurang minatnya kalangan muda Korea dengan boshintang.

"Ada terlalu banyak perbedaan generasi pada boshintang. Tidak ada pelanggan muda," tutur Oh Keum Il seperti dilansir dari AP (28/08/2014).

Banyak kalangan muda yang memilih konsumsi sup ayam saat hari terpanas. Mereka juga menghindari topik seputar konsumsi daging anjing secara terbuka. Oh Keum Il mengatakan generasi muda tumbuh dengan menyaksikan tayangan televisi yang menampilkan anjing sebagai hewan peliharaan. Karenanya minat terhadap daging anjing pun berkurang.

Pengalaman selama berpuluh tahun meracik daging anjing pun akan menjadi sejarah bagi Oh Keum Il. Ia sempat berkeliling Korea Selatan untuk belajar resep daging anjing dari tiap wilayah. Oh Keum Il bahkan sempat mencicipi berbagai sajian daging anjing dari Korea Utara saat menjadi delegasi bisnis.

Banyaknya pengetahuan akan daging anjing membuat restorannya tak hanya menyajikan boshintang. Berbagai menu daging sapi diganti dengan daging anjing. Seperti sajian bibimbap khas Korea.

Meski tidak ada data resmi, namun kini konsumsi daging anjing di Korea Selatan memang mengalami menurun. Bisnis perdagangan anjing sudah menurun setengah dari beberapa tahun lalu.

Restoran di Seoul dengan sajian daging anjing yang dulunya mencapai 1.500 sekarang tinggal 700. Dibanding daging anjing, kini bebek lebih banyak dipilih untuk menjadi sajian restoran.




(odi/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads