Padang Solok dan Benteng Alla, Jagoan Lelang Kopi Spesialti Indonesia Ketiga

Padang Solok dan Benteng Alla, Jagoan Lelang Kopi Spesialti Indonesia Ketiga

- detikFood
Jumat, 29 Agu 2014 17:29 WIB
Padang Solok dan Benteng Alla, Jagoan Lelang Kopi Spesialti Indonesia Ketiga
Foto: Detikfood
Jakarta - Lelang Kopi Spesialti Indonesia (LKSI) ke-3 akan berlangsung 8-10 Oktober di Trade Expo, Jakarta. Tahun ini ada 144 sampel kopi spesialti dari 13 daerah Indonesia yang dikirim calon peserta lelang. Di antaranya adalah 105 kopi arabika, 22 kopi luwak, dan 17 kopi robusta.

Pada coffee tasting di Hotel Sahati (28/08/2014), diperkenalkan beberapa sampel kopi spesialti nusantara tersebut. Inilah empat kopi arabika berkualitas dari Indonesia yang akan mengikuti proses seleksi untuk pelelangan.

1. Yellow Catura

Foto: Detikfood
Kopi ini berasal dari Manggarai, Ruteng, Flores. Yellow Catura hanya terdapat di empat desa yaitu Desa Rentenao, Desa Wejengnali, Desa Uluwae, dan Desa Colol. Pohon kopi Yellow Catura berusia 24 tahun dan ditanam di ketinggian 1.500 m di atas permukaan laut. Para petani harus berjalan sejauh 10 km untuk mengumpulkan kopi ini. Yellow Catura milik ASNIKOM (Asosiasi Petani Kopi Manggarai Raya) ini sempat mengikuti lelang tahun 2010 namun belum ada penawar karena mutunya kurang baik. Perbaikan dilakukan hingga akhirnya pada lelang tahun 2012 kopi ini dapat dijual seharga $8/kg (Rp 94.000/kg). Kopi beraroma paduan citrus dan berry ini mendapat skor cupping 84,57.

2. Padang Solok

Foto: Detikfood
Kopi dari Padang Solok terdapat di Tanjuang nan Ampek, Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat. Pohon kopi berusia 7 tahun dan ditanam dengan ketinggian 1.600 m di atas permukaan laut. Padang Solok merupakan daerah kopi spesialti baru yang menginjak panen ke-5. Kopi arabika hasil Kelompok Tani Solok Radjo Kopi juga baru pertama kali diperkenalkan dalam Lelang Kopi Spesialti. Kopi Padang Solok yang berwarna cokelat pekat setelah digiling ini mendapat skor penilaian 83,75.

3. Benteng Alla

Foto: Detikfood
Kopi Benteng Alla berasal dari Benteng Alla Utara, Enrekang, Sulawesi Selatan. Benteng Alla ditanam dengan ketinggian 1.425 m di atas permukaan laut. Meski baru pertama mengikuti lelang, namun kopi beraroma kompleks tersebut sudah diekspor ke Australia. Jika selama ini nama kopi Enrekang selalu dibayang-bayangi ketenaran kopi Toraja, diharapkan dalam lelang ini nama Enrekang menjadi daerah baru untuk pembelian kopi. Kopi hasil Koperasi Tani Benteng Alla mendapat skor 84,92 dalam cupping.

4. Lombok

Foto: Detikfood
Kopi Lombok baru pertama kali dipanen dari perkebunan yang dikelola Kelompok Tani Sembalun Lombok Kopi. Kopi bercitarasa asam buah ini baru pertama masuk dalam Lelang Kopi Spesialti. Kopi Lombok ditanam di Gunung Rinjani, Lombok dengan ketinggian 1.500 m di atas permukaan laut. Usia pohon kopinya sendiri 3 tahun. Kopi Lombok mendapat skor cupping 84,00.
Halaman 2 dari 5
(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads