"Situasi curah hujan sangat baik," tutur Shukri Ahmed, seorang ekonom senior dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB di Roma. "Awalnya kami benar-benar optimis untuk produksi tanaman tahun ini." Jelasnya.
Tapi kemudian datang wabah Ebola. Sumber makanan pertama yang menghilang dari pasar adalah "bush meat", yaitu daging dari hewan hutan. Beberapa hewan-hewan, seperti kelelawar buah, benar-benar dapat membawa penyakit Ebola sehingga pemerintah melarangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
David Mwesigwa, selaku perwakilan FAO di Sierra Leone, mengatakan bahwa ketika pemerintah menghentikan hewan berpindah dari satu negara ke negara atau dari satu kota ke kota lain, maka perdagangan dan pasokan makanan ke pasarpun terhenti. Khususnya di daerah karantina seperti Sierra Leone dan Liberia justru semua pasar sudah tutup.
Seperti yang dilansir dalam CBC (25/08/2014), selain bahan makanan pokok yang melonjak hingga dua kali lipat. Air bersihpun sudah sulit didapat dan harganya bisa empat kali lipat.
Menurut Mwesigwa, orang di bagian Sierra Leone membayar 40 atau 50 persen lebih untuk beras dan makanan lainnya. Harga daging dan ikan dua kali lipat di beberapa tempat. Situasi ini hampir mirip di Liberia akan tetapi mungkin sedikit lebih buruk.
Sementara itu kemampuan orang untuk membeli makanan juga sudah menurun, hal ini mungkin bisa lebih buruk lagi pada tahun mendatang. Panen tahun ini juga terancam gagal karena pengaturan kerja komunal telah terputus.
"Ebola datang pada saat petani sudah siap untuk turun ke ladang dan bekerja sama dalam kelompok memanen," tutur Mwesigwa. Tetapi orang-orang sekarang telah disarankan untuk menghindari aktivitas tersebut sebagai pencegahan penyebaran penyakit.
Beberapa bantuan pangan akan diminta untuk masyarakat di daerah yang sudah terisolasi dan sulit mendapatkan pasokan makanan. Tapi Mwesigwa mengatakan, kami tetap akan mebnjaga pasokan pangan. Akan tetapi tetap harus memberdayakan lahan yang ada, khususnya di Sierra Leone.
Mwesigwa mengatakan dalam NPR (25/08/2014), badan-badan internasional dapat membantu petani di kawasan itu untuk kembali pada pekerjaan mereka. Mereka dapat menyediakan bibit ketika pasokan makanan hanya sedikit dan memberdayakan ternak dengan cara yang benar sehingga orang dapat menghasilkan lebih dari hasil ternaknya.
Upaya tersebut untuk membangun kembali persediaan makanan dan mungkin akan berlangsung setidaknya satu atau dua tahun.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN