Sekretaris Jenderal Yayasan Pengembangan Halal Jepang (HDFJ) Mohammad Zubair menandatangani nota kesepahaman dengan Datuk Haji Abdul Malik Kassim, Menteri Urusan Agama, Perdagangan Domestik, dan Hubungan Konsumen Penang, pada konferensi pers Japan Halal Summit 2014.
Isi nota kesepahaman tersebut di antaranya mendorong pertukaran perdagangan secara reguler dan menekankan kontribusi dalam memromosikan produk halal dari Jepang dan Penang. Kedua pihak juga setuju meningkatkan informasi perdagangan dan kunjungan dengan memperluas bantuan kepada perusahaan dan operator ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PIHH akan menyambut baik pemerintah dan investor Jepang karena Penang berupaya penuh memfasilitasi perusahaan asing di sektor halal," kata Kassim, seperti diberitakan Halal Focus (17/08/2014).
Sementara itu, Zubair mengatakan bahwa karena HDFJ berkomitmen memromosikan halal di Jepang, lembaga ini memerlukan dukungan dari negara-negara muslim dan organisasi Islam. "Japan Halal Summit adalah ungkapan dari keinginan tersebut. Kami mendukung perusahaan Jepang di setiap aspek sektor halal," ujarnya.
Konferensi pers ini juga dihadiri Ketua Dewan Direktur Institut Standar dan Metrologi untuk Negara-negara Islam (SMIIC) Hulusi Turk, Ketua Majelis Ulama Indonesia Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Sekretaris Jenderal Federasi Dewan Kerja Sama Teluk Abdulrahim Hasan Mohamed Naqi, serta Direktur Jenderal Pusat Pengembangan Perdagangan Islam (ICDT) El Hasanne Hzaine.
HDFJ fokus memromosikan pariwisata Islam di Jepang sebagai bagian dari rencana pemerintah Jepang menarik 20 juta wisatawan pada tahun 2020. Dalam hal ini, HDFJ bekerja sama dengan sektor pariwisata Jepang, termasuk pemerintah.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN