Tim peneliti Amerika Serikat saat ini mengembangkan alat uji untuk mengetahui kandungan kafein dalam makanan dan minuman.
Penelitian ini dipimpin oleh Mani Subramanian dan timnya dari University of Iowa. Mereka menemukan enzim bernama caffeine dehydrogenase yang bisa mendeteksi tingkat kafein selama satu menit di hampir semua minuman kecuali teh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alat deteksi akan dijual dalam bentuk bubuk bening sebagai cara bagi masyarakat untuk menyesuaikan kandungan kafein dalam minuman. Dalam sehari, asupan rekomendasi kafein maksimal 400 mg. Lebih dari itu bisa memicu masalah kesehatan seperti insomnia, halusinasi, dan kekurangan vitamin.
Mani dan timnya menyatakan enzim tersebut bisa digunakan untuk membentuk dipstick test. Karena kemampuan enzim untuk mendeteksi kafein dalam konsentrasi rendah dan akan berguna untuk ibu yang sedang menyusui.
Studi ini dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry dari American Chemical Society.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN