Sedangkan Dikembangkan Teknologi yang Mendeteksi Kadar Kafein

Sedangkan Dikembangkan Teknologi yang Mendeteksi Kadar Kafein

- detikFood
Kamis, 07 Agu 2014 17:12 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Jika menyinggung kandungan kafein banyak yang langsung mengacu pada kopi dan teh. Di luar itu, banyak bahan makanan lain yang mengandung kafein tersembunyi sehingga asupan sehari melebihi ambang normal.

Tim peneliti Amerika Serikat saat ini mengembangkan alat uji untuk mengetahui kandungan kafein dalam makanan dan minuman.

Penelitian ini dipimpin oleh Mani Subramanian dan timnya dari University of Iowa. Mereka menemukan enzim bernama caffeine dehydrogenase yang bisa mendeteksi tingkat kafein selama satu menit di hampir semua minuman kecuali teh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir AFP (07/08/2014), terlepas dari teh, enzim ini sangat sensitif mendeteksi kafein di konsentrasi rendah. Hal ini membantu karena kafein saat ini banyak dimasukkan dalam 570 minuman dan 150 makanan termasuk permen karet dan jelly beans.

Alat deteksi akan dijual dalam bentuk bubuk bening sebagai cara bagi masyarakat untuk menyesuaikan kandungan kafein dalam minuman. Dalam sehari, asupan rekomendasi kafein maksimal 400 mg. Lebih dari itu bisa memicu masalah kesehatan seperti insomnia, halusinasi, dan kekurangan vitamin.

Mani dan timnya menyatakan enzim tersebut bisa digunakan untuk membentuk dipstick test. Karena kemampuan enzim untuk mendeteksi kafein dalam konsentrasi rendah dan akan berguna untuk ibu yang sedang menyusui.

Studi ini dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry dari American Chemical Society.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads