Beberapa menu makanan di restoran terkadang ditulis dengan diskripsi panjang dan rumit. Para peneliti mengatakan hal tersebut merupakan salah satu taktik restoran untuk menarik pengunjung memesannya.
Menurut studi terbaru dari Cornell University Amerika Serikat, menu fantastis dengan diskripsi berbunga-bunga merupakan alat pemasaran yang dianggap efektif bagi pengunjung. Brian Wansink, profesor perilaku konsumen di Cornell University, mangatakan apa yang pengunjung pesan kadang tidak terkait dengan keinginan mereka. Namun, lebih berkaitan dengan tata letak dan deskripsi menu.
Brian menambahkan pengunjung harus berhati-hati dengan menu itu. Sebab makanan yang biasanya dipilih lebih mahal dan kurang sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dianalisa, pengunjung restoran yang menjadi partisipan ternyata mudah tergoda dan cenderung mau membayar lebih untuk menu diskriptif. Contohnya ketika peneliti mengubah menu seafood fillet dengan kata-kata lebih fantastis menjadi "Succulent Italian Seafood Filet" serta menu kacang merah dan beras menjadi "Cajun Red Beans and Rice" maka penjualan meningkat sampai 28 persen.
Menu yang memakai diskripsi berlebih juga dinilai bercitarasa lebih enak oleh partisipan, padahal resepnya sama persis. Pengunjung juga mau mengonsumsi 12 persen lebih banyak pada makanan dengan kata-kata diskriptif.
Para peneliti menyimpulkan bahwa cara terbaik saat di restoran adalah pengunjung memastikan pilihan makanan sehat dengan bertanya pada pelayan.
"Tanyakan pada pelayan seperti 'apa saja dua atau tiga makanan pembuka ringan yang mendapat paling banyak pujian? atau apa menu terbaik jika ingin makan malam yang ringan?'", saran Brian.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN