Hadirnya Ramadan di Maroko Ditandai dengan Chebakia yang Renyah Manis

Hadirnya Ramadan di Maroko Ditandai dengan Chebakia yang Renyah Manis

- detikFood
Kamis, 24 Jul 2014 07:03 WIB
Foto: www.marockoekjes.nl
Jakarta - Penganan dari Maroko ini cantik bentuknya seperti bunga merekah. Rasanya renyah karena digoreng dan manis karena dibalut madu. Kehadiran penganan ini menandai datangnya bulan ramadan atau peristiwa penting.

Renyah dan manis merupakan ciri khas dari Chebakia atau Shebakeya. Chebakia yang juga dikenal dengan nama mkharka merupakan kuliner asli dari Maroko. Awalnya Chebakia dianggap sebagai Halwa yang berarti kue renyah yang manis.

Chebakia terbuat dari potongan adonan yang digulung menyerupai bunga dengan lapisan sirup dan taburan wijen. Biasanya dihidangkan bersama dengan sup khas Maroko yaitu Harira pada saat berbuka puasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terbuat dari tepung terigu atau tepung gandum, baking powder, garam, gula, wijen, air jeruk, telur dan berbagai rempah seperti kayu manis, kunyit dan lainnya. Setelah dicampur rata, adonan kemudian didiamkan beberapa saat. Setelah itu barulah dibentuk menyerupai bunga.

Chebakia lalu digoreng hingga cokelat keemasan dan direndam di dalam madu. Penganan manis ini kemudian disajikan dengan taburan biji wijen. Bila disimpan dengan baik, Chebakia bisa tahan selama 4-5 bulan lamanya.

Meski cara membuatnya tergolong mudah, namun diperlukan keterampilan dan ketelitian. Terutama temperatur minyak saat menggoreng. Bila minyak terlalu panas Chebakia akan gosong dan bila tidak cukup panas, Chebakia akan matang sebagian dan tidak renyah.

Di Maroko umumnya beberapa hari sebelum ramadan seluruh keluarga bersama-sama membuat Chebakia dalam jumlah besar. Biasanya chebakia dibuat berbentuk seperti bunga mawar, yang dipercaya sebagai lambang cinta dan hormat.

Dibeberapa daerah Maroko, chebakia juga menjadi sajian dalam upacara pernikahan dan festival khusus lainnya.

(odi/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads