Dari Teluk Persia, Kurma yang Legit Enak Tersohor di Dunia

Ulasan Khusus: Kurma

Dari Teluk Persia, Kurma yang Legit Enak Tersohor di Dunia

- detikFood
Selasa, 08 Jul 2014 06:55 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta -

Kurma merupakan buah yang dihasilkan oleh sejenis palem. Rasanya manis legit dan ditanam pertama kali ribuan tahun silam di Teluk Persia. Buah enak inipun kini tersebar di berbagai belahan dunia. Disantap segar atau diolah sama enaknya.

Berasal dari tanaman Phoenix dactylifera yang bisa tumbuh tinggi sekitar 20 meter lebih. Seperti buah pohon keluarga palem lainnya, buahnya bergerombol dalam untaian yang sangat banyak. Jumlah buahnya bisa mencapai 170 kilogram setiap kali dipetik.

Buah kurma memiliki bentuk lonjong-silinder dengan panjang 3-7 cm dan diameter 2-3 cm. Ketika masih muda warna buah ini merah cerah ke kuning terang, tergantung dari jenisnya. Selain buahnya berlimpah pohon kurma bisa menghasilkan buah dan ditanam hingga berusia 100 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asal usul kurma sendiri sebenarnya tidaklah jelas sebab buah ini sudah lama dibudidayakan. Akan tetapi kurma diduga berasal dari daerah di Teluk Persia. Masyarakat Timur Tengah telah menjadikan kurma makanan pokoknya selama ribuan tahun.
 
Wilayah sekitar Irak diyakini sebagai tempat awal ditanamnya kurma. Tanaman palem ini telah dibudidayakan sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarah Mesir yaitu kemungkinan pada awal 4.000 SM. Terdapat bukti arkeologis bahwa budidaya kurma di bagian timur Arab sudah berlangsung pada 6.000 SM.
 
Bangsa Mesir Kuno menggunakan buah kurma untuk membuat wine kurma dan memakannya pada saat panen. Pada zaman selanjutnya, pedagang Arab menyebarkan kurma ke barat daya Asia, utara Afrika dan Spanyol. Bangsa Spanyol kemudian memperkenalkan kurma di Meksiko dan California pada tahun 1765.
 
Kurma memiliki banyak variasi tergantung wilayah tumbuhnya. Diantara kurma populer adalah Ajwa (kurma nabi) yang berasal dari kota Madinah dan Medjool yang berukuran besar. Kurma medjool ditanam di Maroko, Amerika, Saudi Arabia, Jordan dan Palestina.
 
Kurma menjadi tanaman tradisional penting di Turki, Irak, Arab, Afrika Utara hingga Maroko. Kepopuleran kurma kian bertambah saat ramadan tiba. Di negara-negara Islam, kurma menjadi makanan awal untuk berbuka puasa.
 
Di Indonesia pun saat buka puasa banyak disediakan kurma. Rasanya yang manis dan kalori tinggi dapat mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Dalam sebutir kurma terdapat 20-70 kalori, tergantung jenis dan ukurannya.
 
Kurma mengandung berbagai nutrisi penting, vitamin dan menjadi sumber terbaik kalium. Kandungan gula pada kurma matang sekitar 80%, sisanya terdiri dari protein, serat, magnesium, serat dan berbagai mineral.

(odi/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads