Selama Sebulan Wanita Ini Hanya Mengonsumsi Makanan Anjing

Selama Sebulan Wanita Ini Hanya Mengonsumsi Makanan Anjing

- detikFood
Jumat, 04 Jul 2014 16:28 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Bekerja sebagai pemasok makanan binatang, wanita ini memutuskan untuk menjalani diet makanan binatang. Hal ini berawal dari kepercayaannya bahwa makanan binatang perliharaan jauh lebih bernutrisi dibanding makanan manusia.

Dorothy Hunter, pemilik Pawns Natural Pet Emporium di Richland, Washington, Amerika Serikat bersumpah hanya mengonsumsi makanan binatang selama 30 hari. Gerakan ini ia lakukan untuk meningkatkan kesadaran akan diet binatang dan manusia.

“Kami menjual makanan bersih, alami, dan diproduksi di Amerika Serikat di Paws Natural Pet Emporium. Saya percaya pada produk yang bagus kualitasnya, saya percaya binatang peliharaan kita makan lebih baik dari manusia. Karena itu selama bulan depan hingga 19 Juli 2014 saya akan mengonsumsi makanan anjing,” tutur Dorothy dalam video yang diunggah via YouTube (22/06/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ide untuk mengonsumsi makanan anjing ini ia dapatkan saat ia melakukan menghitung stok produk di toko. Karena perutnya sedang lapar, ia langsung mengambil sebuah produk camilan untuk anjing dan tidak menyangka rasanya temasuk enak dibanding camilan yang biasa ia konsumsi. Mulai terbiasa mengonsumsi camilan untuk anjing, ia pun mulai menyantap makanan basah untuk kucing.

Dalam beberapa videonya, Dorothy terlihat mencoba freeze-dried cheddar dan green-bean chips yang ditujukan untuk anjing. Tak hanya mengonsumsi sendiri, ia juga mendorong para pegawainya mencoba camilan anjing dan kucing.

Dilansir dalam Today (04/07/2014) Food and Drug Administration menyatakan makanan binatang tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi manusia, mengingat keduanya mempunyai kebutuhan nutrisi berbeda. Tapi, mereka menekankan makanan binatang dan manusia mempunyai regulasi bahan aditif dan bebas dari penyakit.

“Ada banyak camilan tidak diproses, kaya serat, dan nutrsi untuk manusia. Memilih eksperimen dengan makanan binatang sebagai pilihan jangka panjang, buruk dari segi nutrisi dan bisa membuat sakit,” tutur ahli nutrisi Madelyn Fernstrom.

Walau ide ini terdengar menjijikan untuk ahli nutrisi Arielle Haspel, ia menyatakan ide ini cukup masuk akal. Ia setuju dengan Dorothy bahwa masyarakat harus lebih memperhatikan label karena banyak makanan anjing di pasaran yang jauh lebih sehat dibandingkan camilan manusia. Sebelum dikonsumsi, Arielle menyarankan pakan tersebut harus bisa dimakan dan dikunyah manusia.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads