Wah! Ketakutan akan Bahaya Makanan Muncul dari Informasi Media Sosial

Wah! Ketakutan akan Bahaya Makanan Muncul dari Informasi Media Sosial

- detikFood
Kamis, 03 Jul 2014 13:00 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Cerita mengenai bahaya makanan di media sosial ternyata berpengaruh besar pada masyarakat. Studi terbaru menyatakan orang yang menghindari MSG, sodium benzoate, dan pink slime mendapatkan informasi via media sosial.

Beberapa bahan aditif yang sudah terbukti membahayakan memang layak dihindari, tapi sebagian besar informasi lainnya tidak benar. Untuk membuktikan persepsi akan makanan, tim peneliti dari Cornell University menanyakan 1.008 ibu dari Amerika Serikat mengenai opini mereka akan sirup jagung kayak fruktosa (HFCS).

Mereka menemukan ibu yang khawatir dengan HFCS cenderung menemukan informasi risiko potensial dari konsumsinya dari internet dibanding TV. Partisipan tersebut juga lebih sering menyebarkan opini yang berkaitan dengan makanan pada teman- teman mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Partisipan yang menghindari bahan makanan tersebut tidak akan membayar lebih untuk makanan yang mengandung gula sebagai pengganti HFCS. Tim penulis menjelaskan bahan makanan tersebut mempunyai reputasi buruk karena biasa ditemukan di produk junk food.

Selain itu, partisipan juga diminta untuk menilai tingkat kesehatan Stevia. Setengah partisipan diberikan tiga kalimat yang menceritakan sejarah bahan tersebut, sementara lainnya tidak berikan apapun. Partisipan yang diberikan informasi secara umum memberikan tingkat kesehatan lebih tinggi dibanding lainnya.

Salah satu cara untuk membatasi ketakutan akan bahan makanan dan penyebaran informasi salah adalah mencari tahu asal bahan makanan tersebut. Studi ini dipublikasikan di jurnal Food Quality and Preference.

“Pelajari ilmu, sejarah, dan proses bahan makanan tersebut dibuat. Sebagai konsumen Anda akan lebih pandai,” tutur Brian Wansink selaku kepala peneliti dan kepala Cornell Food and Brand Lab.

(lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads