Pada tahun 2008, Dar al-Ifta, pihak berwajib yang bertanggung jawab mengeluarkan fatwa agama dari Mesir memperbolehkan pesepak bola professional untuk menyantap makanan selama ramadan. Dispensasi ini diperbolehkan jika mereka terikat kontrak untuk bermain selama bulan suci dan merasa puasa akan menghambat performa mereka.
Salah satu pemain yang memutuskan untuk tidak berpuasa adalah Mesut Ozil dari tim nasional Jerman. Ia menyatakan ia tidak bisa berpuasa karena tahun ini ia berkompetisi dalam Piala Dunia sehingga mustahil untuk berpuasa sekaligus bertanding.
Negara Islam seperti Iran dan Bosnia sudah lama tersingkir, tapi negara Aljazair masuk dalam 16 besar pertama kalinya dalam sejarah. Pada Senin (30/06/2014) Aljazair akan bertanding melawan Jerman di Port Alegre, Brazilia. Selama Piala Dunia, mayoritas pemain menyatakan mereka akan berpuasa, agar performa tetap baik mereka membawa ahli kesehatan dalam bidang olahraga.
Hakim Chalabi yang merupakan mantan medical chief Paris St Germain mengkhawatirkan risiko cidera para atlet. Puasa yang memicu dehidrasi bisa meningkatkan risiko cidera punggung belakang, sendi, dan otot.
Setiap pertandingan, pemain bisa kehilangan sekitar enam liter cairan tubuh karena itu tingkat dan kualitas asupan nutrisi harus diubah untuk memenuhi kebutuhan latihan saat ramadan. Pemain juga disarankan tidur siang lebih lama karena harus bangun saat sahur.
Claude Leroy yang pernah melatih tim negara Ghana, Kamerun, dan Oman mengatakan pemain yang berpuasa akan menghadapi tantangan. Karena di tahun ini pertandingan di Brazilia dilaksanakan mulai 13.00 atau 17.00.
Hakim menyatakan puasa bisa meningkatkan performa pemain secara psikologis. Ia mengakui ada beberapa atlet yang menunjukkan performa lebih baik saat ramadan karena ingin melakukan ibadah puasa.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN