Ulasan Khusus: Kuliner Betawi

Ada Pindang Serani yang Segar Gurih dari Kampung Tugu

- detikFood Rabu, 18 Jun 2014 08:57 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Bangsa Portugis yang masuk melalui Sunda Kelapa juga membawa pengaruh kuliner. Kini keturunan mereka membangun kampung Tugu di Jakarta Utara. Tentu saja ada kue dan hidangan lezat bergaya Portugis yang masih disajikan hingga kini.

Bangsa Portugis yang dipimpin oleh Vasco da Gama sampai Malaka tahun 1509 mempunyai misi untuk mengajarkan agama Katolik dan mendominasi rempah Indonesia. Indonesia sebagai negara penghasil pala dan cengkeh bisa ditaklukan, maka persediaan rempah terus mengalir tanpa perlu bergantung dengan negara Timur Tengah.

Menghadapi pemberontakan di Malaka, Portugis mulai menjajah Maluku dan mengubahnya menjadi bagai bandar dagang mereka. Sayangnya, tahun 1575 benteng Portugis di Ternate jatuh atas pemberontakan putra Sultan Harun dan mereka meninggalkan Maluku tahun 1590. Tujuan selanjutnya untuk mereka adalah pesisir utara Jawa.

Masyarakat Portugis yang menetap di Jawa akhirnya membangun Kampung Tugu di Koja, Jakarta Utara. Keberadaan Kampung Tugu tak lepas dari andil Melchoir Leydekker, doktor Ilmu Kedokteran dan Teologia yang merupakan menantu Gubernur Jendral Abraham van Riebeeck. Belanda melepaskan masyarakat Portugis yang menjadi tawanan dan diberi tanah di sana.

Menetapnya warga Portugis membawa pengaruh pada kuliner dan budaya masyarakat Betawi. Dari segi kuliner, pemakaian pala, lada, dan cengkeh menjadi satu hal yang umum ditemui dan berlanjut hingga saat ini.

Beberapa hidangan yang mendapat sentuhan Portugis adalah Pindang Serani, Bolang Baling, Selada Bawang Bombai, Bolu Karamel, dan Talam Singkong. Hidangan ikan cukup populer di kawasan tersebut mengingat dekatnya daerah tersebut dengan sungai.

Pindang Serani berupa hidangan ikan bandeng berkuah kuning. Bumbu kunyit, jahe, terlebih dahulu dibakar lalu dimemarkan sebelum diracik dengan bawang putih, merah, serai, belimbing sayur, hingga cabai. Rasanya asam pedas segar!

Konon nama 'serani' ini berasal dari 'nasrani' atau kristen yang menjadi kepercayaan masyarakat di kawasan kampung Tugu. Sajian inipun populer di kalangan masyarakat di lura kawasan tersebut.

Kue bolang baling yang empuk manis juga tak lepas dari pengaruh Portugis. Pembuatannya hanya menggunakan tepung terigu, ragi, susu, telur, dan margarin. Dicampur air lalu digoreng hingga renyah kecokelatan.

Seperti namanya Kue Bolo Karamel dihasilkan dari campuran karamel, tepung terigu, telur, dan kenari cincang sehingga warna kuenya kecokelatan. Sedangkan Talam Singkong berbahan utama singkong, santan, tepung maizena, dan gula merah. Teksturnya kenyal dan rasanya manis.

Tak hanya kuliner, di Kampung Tugu terkenal dengan musik Keroncong Tugu atau Keroncong Meresko. Biasanya keroncong khas Tugu mengiringi acara pernikahan atau acara spesial lainnya.




(lus/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com