Gigitan Terakhir pada Makanan Tentukan Keinginan Menikmatinya Lagi

Gigitan Terakhir pada Makanan Tentukan Keinginan Menikmatinya Lagi

- detikFood
Selasa, 17 Jun 2014 07:31 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Ingatan kita terhadap suatu makanan sering kali sangat jelas terutama bila makanan tersebut begitu lezat atau tidak enak. Ternyata memori terhadap suatu makanan memicu orang ingin menyantap makanan itu lagi.

Peneliti dari Boston University School of Management dan Stanford University Graduate School of Business melakukan serangkaian studi dalam melihat pengaruh tersebut. Pada eksperimen pertama, peneliti meminta 134 mahasiswa sarjana untuk mencoba tiga varian rasa Nut Thin crackers. Partisipan kemudian mencoba salah satu rasa untuk dimakan.

Lalu mereka diberikan jumlah spesifik dari crackers. Partisipan porsi kecil menyantap 5 crackers sedangkan porsi besar memakan 15 crackers. Setelah menyantapnya, partisipan diminta memberi rating dengan skala 7 poin mengenai seberapa besar mereka menikmati tiap crackers.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa yang menyantap porsi besar mengalami penurunan kenikmatan di akhir dibandingkan mereka yang makan porsi kecil. Peneliti menyimpulkan semakin besar porsi makanan akan semakin berkurang kenikmatan menyantap gigitan terakhir dari makanan itu.
Β 
Peneliti juga menetapkan bahwa apa yang disebut 'recency effect'yaitu interfensi memori dikarenakan pengulangan menyantap makanan. Semakin sedikit konsumsi makanan semakin jelas memori akan gigitan pertama. Semakin banyak konsumsi semakin kabur memori akan gigitan pertama yang lezat.

Pada eksperimen kedua, 60 mahasiswa meminum seteguk jus anggur dari gelas dan memberi rating seberapa besar rasa suka pada minuman dengan skala 0-100. Mereka lalu minum seluruh gelas dan memakan dua crackers asin, kemudian memberi rating yang sama lagi. Ada sebagian partisipan yang diberi kesempatan tambahan yaitu meminum setegak jus lagi setelah jeda waktu 15 menit.

Hasil studi kedua menemukan bahwa semakin besar kenikmatan yang didapat dari konsumsi terakhir makanan atau minuman, akan semakin cepat keinginan menyantapnya lagi. Sebab partisipan yang meminum tambahan jus setelah makan crackers, lebih cenderung ingin minum jus lagi dibanding yang tidak mendapatkan kesempatan tambahan.

Sehingga efek konsumsi terakhir pada makanan atau minuman menentukan kapan seseorang memiliki keinginan untuk mengonsumsinya lagi. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam Psychological Science, sebuah jurnal dari Association for Psychological Science.

(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads