Rumitnya Menyiapkan Makanan untuk Penumpang Pesawat

Rumitnya Menyiapkan Makanan untuk Penumpang Pesawat

- detikFood
Minggu, 15 Jun 2014 09:35 WIB
Rumitnya Menyiapkan Makanan untuk Penumpang Pesawat
Foto: Thinkstock
Jakarta - Salah satu penyebab makanan pesawat kurang enak adalah karena rasa bukanlah prioritas perusahaan katering penerbangan. Fritz Gross, Director of Culinary Excellence LSG Sky Chefs Asia Pacific membocorkan faktanya.

Perusahaan Gross membuat 30.000 hidangan per hari untuk maskapai seperti British Airways dan United Airlines. Dapurnyapun jadi tak seperti dapur, melainkan pabrik, demi menghasilkan hidangan berkualitas. Inilah beberapa fakta yang diungkap Gross kepada CNNGo (22/03/2014).


Foto: Thinkstock

1. Rasa bukanlah prioritas

Foto: Getty Images
Prioritas utamanya adalah keamanan pangan karena makanan diproduksi dalam jumlah besar. Jika penumpang mengalami keracunan makanan di pesawat, maskapai bisa menghadapi tuntutan hukum dan mengalami kerugian besar untuk ganti rugi. Makanya, daging harus dimasak sampai matang sempurna.

Prioritas lainnya adalah konsistensi rasa. Menu di pesawat seringkali direncanakan setahun sebelum peluncurannya. Artinya, bahan-bahan harus dipersiapkan dengan baik jauh-jauh hari dan dicek secara berkala. Jika bahan tertentu dianggap berisiko bagi kesehatan dan keamanan, menunya diganti.

"Kami bukan staf restoran yang bisa pergi ke pasar setiap pagi, membeli makanan segar, lalu menjadikannya sajian spesial hari itu," kata Gross.

1. Rasa bukanlah prioritas

Foto: Getty Images
Prioritas utamanya adalah keamanan pangan karena makanan diproduksi dalam jumlah besar. Jika penumpang mengalami keracunan makanan di pesawat, maskapai bisa menghadapi tuntutan hukum dan mengalami kerugian besar untuk ganti rugi. Makanya, daging harus dimasak sampai matang sempurna.

Prioritas lainnya adalah konsistensi rasa. Menu di pesawat seringkali direncanakan setahun sebelum peluncurannya. Artinya, bahan-bahan harus dipersiapkan dengan baik jauh-jauh hari dan dicek secara berkala. Jika bahan tertentu dianggap berisiko bagi kesehatan dan keamanan, menunya diganti.

"Kami bukan staf restoran yang bisa pergi ke pasar setiap pagi, membeli makanan segar, lalu menjadikannya sajian spesial hari itu," kata Gross.

2. Makanan harus diterima mayoritas penumpang

Foto: Getty Images
Karena pilihan makanan di pesawat terbatas, makanan yang disajikan harus bisa diterima secara umum oleh penumpang. Jadi, tak ada makanan eksotis yang membuat penumpang bertanya "Apa itu?" dan memperlambat pelayanan karena pramugari harus gesit.

Cathay Pacific, misalnya, harus melayani penumpang dari beragam latar belakang di antaranya Timur Tengah (makanan halal), Tiongkok, Jepang, dan Korea. Yang paling mudah adalah melayani penumpang Australia dan Amerika karena umumnya mereka tak memilih-milih makanan.

2. Makanan harus diterima mayoritas penumpang

Foto: Getty Images
Karena pilihan makanan di pesawat terbatas, makanan yang disajikan harus bisa diterima secara umum oleh penumpang. Jadi, tak ada makanan eksotis yang membuat penumpang bertanya "Apa itu?" dan memperlambat pelayanan karena pramugari harus gesit.

Cathay Pacific, misalnya, harus melayani penumpang dari beragam latar belakang di antaranya Timur Tengah (makanan halal), Tiongkok, Jepang, dan Korea. Yang paling mudah adalah melayani penumpang Australia dan Amerika karena umumnya mereka tak memilih-milih makanan.

3. Kreasi makanan tak terbatas, aturannyalah yang membatasi

Foto: Getty Images
Dulu, dapur pesawat bisa dipilih terpisah dengan pesawatnya. Namun kini dapur sudah satu set dengan pesawatnya. Hal-hal yang bisa dilakukan di dapur pesawatpun jadi lebih terbatas. Apalagi, maskapai memiliki seperangkat aturan dan standar sendiri.

3. Kreasi makanan tak terbatas, aturannyalah yang membatasi

Foto: Getty Images
Dulu, dapur pesawat bisa dipilih terpisah dengan pesawatnya. Namun kini dapur sudah satu set dengan pesawatnya. Hal-hal yang bisa dilakukan di dapur pesawatpun jadi lebih terbatas. Apalagi, maskapai memiliki seperangkat aturan dan standar sendiri.

4. Stew

Foto: Getty Images
Makanan berkuah kental (stew) adalah makanan yang tergolong paling tahan terhadap berbagai tantangan katering penerbangan. Meski dipanaskan berulang-ulang, rasanya tetap enak. Sayuranpun bisa mempertahankan teksturnya jika dimasak dengan benar. Nasi goreng dan ikan berlemak juga bisa tetap lembap dan tahan dipanaskan berulang-ulang.

Berbeda dengan pasta yang teksturnya harus al dente agar enak. Perbandingan pasta dan sausnya juga harus pas agar pasta tak terlalu basah maupun terlalu kering. Selain itu, makanan yang digoreng tepung serta daging dada ayam tak bisa dihangatkan dengan baik di wadah sempit.

4. Stew

Foto: Getty Images
Makanan berkuah kental (stew) adalah makanan yang tergolong paling tahan terhadap berbagai tantangan katering penerbangan. Meski dipanaskan berulang-ulang, rasanya tetap enak. Sayuranpun bisa mempertahankan teksturnya jika dimasak dengan benar. Nasi goreng dan ikan berlemak juga bisa tetap lembap dan tahan dipanaskan berulang-ulang.

Berbeda dengan pasta yang teksturnya harus al dente agar enak. Perbandingan pasta dan sausnya juga harus pas agar pasta tak terlalu basah maupun terlalu kering. Selain itu, makanan yang digoreng tepung serta daging dada ayam tak bisa dihangatkan dengan baik di wadah sempit.
Halaman 2 dari 10
(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads