Studi serupa juga sempat dilakukan Australian Council for Educational Research pada tahun 2012. Penelitian yang dilakukan untuk siswa kelas 6 dan kelas 10 ini menemukan celah di dalam pengetahuan dasar makanan pada anak-anak.
Contohnya saja tiga perempat anak-anak Australia di tahun terakhir sekolah dasar meyakini bahwa kaus kaki katun berasal dari hewan dan 27 persen yakin yoghurt tumbuh dari pohon. Sedangkan 75 persen percaya bahwa kapas adalah produk hewani.
Ternyata hal tersebut tidak hanya terjadi di Australia. Anak-anak di Inggris juga tidak paham mengenai asal makanan mereka. Pada tahun 2013 sebuah survei di Inggris menemukan hampir sepertiga siswa sekolah dasar berpikir kalau keju dibuat dari tanaman. Adapun seperempatnya berpikir camilan fish fingers berasal dari daging ayam atau babi.
Jajak pendapat lainnya di Inggris terhadap 27.500 anak usia 5-16 tahun menemukan sepertiga dari anak usia 5-8 tahun menyebutkan pasta dan roti berasal dari daging. Namun, sebagian orang dewasa muda ternyata juga tidak tahu asal susu yang diminumnya.
Dalam menghadapi kurangnya pengetahuan akan makanan, Ministry of Food milik Jamie Oliver di Australia membentuk Good Foundation. Yayasan yang berdiri sejak tahun 2010 ini bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat Australia melalui kekuatan makanan. Melalui Good Foundation, anak-anak berusia di atas 12 tahun dapat belajar keterampilan dasar memasak.
Selain Good Foundation, organisasi Australian Organic Schools membuat program online gratis bagi guru untuk membantu mengisi kesenjangan dalam pendidikan makanan. Program ini menawarkan 10 topik pelajaran. Seperti permainan untuk anak, tes, dan proyek.
Pendiri Australian Organic, Dr Andrew Monk, menyebutkan bahwa organisasinya mendorong gagasan bahwa anak-anak harus belajar memahami makanan dan nutrisi di dalamnya.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN