Hasil proyek ini nantinya akan dipertimbangkan oleh pihak berwenang dari misi luar angkasa Tiongkok guna membuat desain dan konstruksi misi ke depan. Sebelumnya, astronot Tiongkok pertama kali terbang ke luar angkasa tahun 2003 dan rencananya akan meluncurkan stasiun luar angkasa tahun 2023.
Dilansir dalam BBC News (26/05/2014), tes ini dilakukan di Moon Palace One, sebuah fasilitas di Beijing University of Aeronautics and Astronautics yang ditujukan mengembangkan sistem kehidupan di luar angkasa.
Struktur sebesar 160 meter persegi mempunyai tiga kamar, satu untuk tempat tinggal dan dua untuk menanam tumbuhan. Fasilitas tersebut menggunakan teknologi termasuk sel bahan bakar untuk memastikan para peniliti bisa hidup dalam lingkungan tertutup.
Dalam proyek ini ada tiga sukarelawan yang direkrut, satu laki- laki dan dua wanita. Mereka perlu mengonsumsi sekitar 12 larva untuk mencukupi kebutuhan nutrisi per hari. Larva dipilih karena mengandung 76 persen protein dan bisa tumbuh sepanjang jari dalam waktu hanya satu bulan.
“Memang memerlukan waktu untuk menerapkan diet ini. Tidak ada satu pun dari mereka yang pernah mencoba mengonsumsi larva sebelumnya. Prosesnya tidak terlalu sulit diatur, mereka terlihat sehat dan bahagia selama eksperimen,” tutur Hu Dawei selaku anggota peneliti kepada South China Morning Post (26/05/2014).
Untuk menambah lezat larva, para sukarelawan memasaknya dengan saus kacang dan meraciknya dalam beberapa resep. Tapi, sukarelawan tetap harus bergantung pada bahan makanan lainnya, karena itu tim peneliti berencana membuat kamar keempat untuk sayuran.
“PBB telah merekomendasukan larva untuk daerah seperti Afrika sehingga kami berpikir hal tersbeut juga bisa diterapkan untuk para astronot di luar angkasa. Cacing memang terlihat menjijikkan pada awalnya, tapi binatang tersebut adalah salah satu sumber makanan yang terbersih dan tersehat,” tambah Hu Dawei.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN