Ulasan Khusus: Roti

Roti Dinikmati Orang Indonesia dari Masa Kolonial hingga Era Digital

- detikFood Selasa, 20 Mei 2014 08:59 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Roti merupakan bahan makanan pokok yang dibuat dengan campuran tepung terigu dan ragi. Perkembangan roti di Indonesia sudah dimulai sejak Belanda menduduki wilayah Indonesia dan berkembang hingga sekarang.

Konon, sebelum berkembang di negara Eropa, roti berawal dari Mesir dan Mesopotamia. Roti ini ditemukan saat mereka mencari cara lain untuk menikmati gandum yang pada awalnya hanya dikonsumsi langsung atau mencampurkannya dengan air hingga menjadi pasta. Dimasak di atas api kemudian mengeras dan disimpan beberapa hari.

Sekitar 4.600 tahun yang lalu di Mesir kuno ada salah satu orang yang lupa untuk mengeringkan adonan, sehingga adonan tersebut terfermentasi oleh kapang dan setelah dibakar menghasilkan rasa yang enak dan empuk. Sejak itulah mereka menambahkan ragi dalam adonan tepung sehingga mengembang kemudian baru dibakar.

Roti pada saat itu belum seempuk dan seenak sekarang, bahkan cara membuatnya pun dengan cara diinjak-injak oleh kaki dan dibakar menggunakan tungku primitif berbentuk kerucut. Pada masa itu para pekerja pembuat roti tidak digaji dengan uang, melainkan dengan sepotong roti hasil buatan mereka sendiri. Mereka disebut juga sebagai “Pencari roti” atau Breadwinner yang berati orang yang berjuang untuk mendapatkan roti.

Di Indonesia roti merupakan bahan makanan yang cukup lama ada karena pengaruh dari bangsa penjajah yang dulunya mengonsumsi roti. Seiring perkembanga zaman, roti banyak mengalami perubahan dan juga variasi yang dibuat dengan berbagai rasa dan juga bentuk.

Roti di Indonesia sudah ada sejak zaman Belanda sekitar tahun 1930, budaya makan roti biasa dilakukan orang-orang barat mulai dikenalkan pada warga pribumi dengan cara diperjualbelikan. Saat itu roti ini masih memiliki tekstur yang agak kasar dan keras.

Pada tahun 1950-an citarasa roti sudah lebih gurih dan aromanya lebih enak karena mulai digunakan pemakaian mentega, namun hasilnya masih padat dan kurang mengembang karena mereka membuat roti dengan cara dikembangkan dalam suhu ruang dan ditutupi dengan lap basah.

Sekitar tahun 1970-an roti-roti diisi dengan keju parut atau coklat seperti long jhon (roti goreng berbentuk panjang dengan isian butter atau taburan keju) diperkenalkan kepada publik hingga sekarang.

Kini, banyak sekali modifikasi roti dari berbagai negara yang masuk ke Indonesia dengan rasa dan tekstur yang bervariasi. Serta keanekaragaman tepung yang digunakan dan dengan teknik pembuatan yang berbeda serta modern.

Dengan kemajuan teknologi, roti terbaru dari Taiwan, Hong Kong, Amerika dan Prancis tak perlu waktu lama sampai ke Indonesia. Ini dibuktikan dengan maraknya bakery berjaringan global atau bakery asing yang membuka gerainya di Indonesia.



(fit/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com